SMASH Inovasi Layanan RSUD Sumberejo Berbasis Digital

Bojonegoro,JP – RSUD Sumberrejo Bojonegoro  meningkatkan pelayanan kesehatan dengan inovasi berbasis teknologi digital Smart Hospital (Smash) yang  bertujuan agar pasien dan keluarga pasien merasa nyaman serta bertujuan mengadaptasi pelayanan kesehatan di era baru pandemi Covid-19.

Direktur RSUD Sumberrejo dr. Ratih Wulandari, MH mengatakan dulu semua pelayanan menggunakan catatan manual, mulai pendaftaran, rawat inap, hingga bukti pelayanan. Hal ini menginisiasi dan pada akhir 2019 diakselerasi dengan Sistem Informasi Management Rumah Sakit (SIM RS) yang berbasis teknologi informasi. Sistem ini memberikan kemudahan, sampai H-7 sudah bisa daftar, misal dokter meminta untuk kunjung ulang 7 hari lagi, hari itu juga pasien bisa daftar untuk 7 hari lagi.

Baca Juga  Gubernur Khofifah Raih Gelar Doktor Honoris Causa Bidang Ilmu Ekonomi dari FEB - UNAIR

“Pada awal 2021, kita buat antrean online, akhirnya terus diintegrasikan. Kemudian pertengahan 2021 sudah terintegrasi ke semua sistem layanan rumah sakit. Dalam inovasi Smash, ada empat pelayanan yaitu, Sistem Administrasi Pendaftaran Antrian Social Media (Sapa Soulmate), Sistem informasi Pemberitahuan Informasi dan Pengaduan Terintegrasi (Si-Pipit), Pemberi Informasi Obat dan Jasa Layanan Antar Obat Gratis (Mas-Pio) dan Sistem Informasi Deteksi Resiko Tinggi Ibu Hamil (Si-Dek Risti).

Inovasi tersebut memberikan layanan mulai dari pendaftaran dan pelayanan di poli rawat jalan. Hal tersebut juga sudah terintegrasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Jadi pelayanan apapun yang kita lakukan sudah terkoneksi dengn sistem di aplikasi BPJS dan verifikasinya lebih awal,” jelas dr. Ratih Wulandari, Jumat (22/7/2022)

Baca Juga  Kasus Covid-19 Meningkat, Gubernur Khofifah Minta Para Lansia dan Pasien Komorbid Segera Vaksinasi Booster

“Untuk layanan Mas-Pio ada 3 pengantar yang dibagi, per wilayah ada 12 kecamatan, paling tidak satu orang ada 3 sampai 4 kecamatan, pengantaran obat melalui layanan Mas-Pio sudah ditawarkan di bagian pendaftaran. Jika setuju untuk diantarkan pasien tersebut diminta tanda tangan, lalu jika pasien tersebut sudah diperiksa dokter dan mendapat resep, diberikan di bagian farmasi dan bisa langsung pulang. Obat akan diantarkan kerumah hari itu juga dan tidak ada pembebanan pembiayaan kepada pengguna layanan Mas PIO alias gratis  “ucap dr. Ratih Wulandari. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *