Shell Indonesia Dukung Implementasi Euro 4

Jakarta, JP – Shell Indonesia mendukung program implementasi emisi Euro 4 untuk kendaraan diesel di Indonesia dengan menghadirkan rangkaian produk bahan bakar dengan sulfur terendah di kelasnya yakni 10 ppm, atau sudah berstandar emisi Euro 5. Langkah ini sejalan dengan Powering Progress.

“Powering progress merupakan strategi yang diluncurkan Shell secara global untuk mempercepat transisi bisnis menuju perusahaan energi dengan net-zero emission di pada 2050, sejalan dengan perkembangan di masyarakat,” kata Vice President Technical Shell Indonesia, Bambang Wahyudi dalam keterangan resminya, Kamis (21/7)

Dikatakan, pertumbuhan industri otomotif yang pesat berimbas pada meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Indonesia .“Tingginya angka kendaraan bermotor ini secara langsung turut meningkatkan jumlah konsumsi bahan bakar sehingga kadar gas buang emisi yang dihasilkan juga semakin tinggi,” ujar dia.

Baca Juga  Nikmati Konser Collabonation Tour Surabaya dari Indosat

Standar emisi Euro 4 telah diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, Kategori N, dan Kategori O. Nilai baku mutu untuk kandungan nitrogen oksida yang dihasilkan mobil diesel pada angka 250 miligram per kilometer, serta 25 miligram per kilometer untuk particulate matter (PM).

Saat ini, Shell telah memiliki produk bahan bakar yang telah memenuhi standar emisi Euro 5, yakni Shell V-Power Diesel yang tersedia di SPBU Shell di Jabodetabek. Sedangkan untuk pasar business-to-business, Shell menawarkan Shell FuelSave Diesel yang mengandung bahan dasar solar dengan Angka Setana 51 dan bahan bakar nabati sebesar 30%.

Baca Juga  Genjot Produksi, Lumajang Gelar Pasar Teknologi Pertanian

Selain produk bahan bakar, Shell juga menghadirkan pelumas Shell Rimula R4X 15W40 dengan Dynamic Protection Technology yang sesuai dengan teknologi mesin Euro 4 dan 5 yang membutuhkan pelumas dengan proteksi terhadap beban jelaga dan asam yang lebih tinggi. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *