Semester I, Bank BTPN Raup Laba Bersih Rp1,93 Triliun

Jakarta, JP –  Hingga akhir Semester I/2022, Bank BTPN dan entitas anak berhasil membukukan laba bersih periode berjalan secara konsolidasian sebesar Rp1,93 triliun. Pencapaian laba BTPN tersbeut naik 3,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari sebelumnya mencetak Rp1,87 triliun pada periode yang sama 2021.

Capaian tersebut ditopang dari pendapatan bunga yang mengalami penyusutan tipis, yakni 0,5 persen (yoy) menjadi Rp7,43 triliun dari sebelumnya Rp7,47 triliun pada Juni 2021. Beban bunga juga ikut menyusut 9,3 persen (yoy) menjadi Rp1,7 triliun.

Dari pendapatan bunga bersih emiten bank bersandi saham BTPN ini naik 2,4 persen yoy menjadi Rp5,7 triliun. Hingga 30 Juni 2022, BTPN telah menyalurkan kredit senilai Rp138,1 triliun. Kredit tersebut tumbuh 10 persen (yoy) dari semula Rp125,52 triliun.

Baca Juga  CitraLand Driyorejo CBD Rilis Dua Tipe Charlene dan Cyrus+

Pembiayaan syariah perseroan juga mengalami pertumbuhan sebesar 11 persen (yoy), dari Rp10,04 triliun menjadi Rp11,14 triliun. Dengan demikian, total aset yang dimiliki BTPN merangkak naik 11 persen (yoy) menjadi Rp195,49 triliun dari semula tercatat Rp175,93 triliun.

Masih secara konsolidasi, BTPN mampu menghimpun dana masyarakat atau dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp10,17 triliun, naik 7 persen yoy dari Rp96,64 triliun. Kenaikan itu berasal dari dana murah atau current account saving account (CASA) berupa giro dan tabungan yang tumbuh 38 persen dari Rp28,28 triliun menjadi Rp37,92 triliun.

Adapun, modal inti atau tier 1 BTPN secara bank only juga mengalami pertumbuhan sebesar 7,5 persen dari Rp26,68 triliun menjadi Rp28,67 triliun pada posisi Juni 2022. Selanjutnya dari sisi rasio keuangan, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) BTPN turun dan berada di level 1,25 persen (gross) dan 0,37 persen (net).

Baca Juga  Bank BTPN Catat Pertumbuhan Kredit 10 Persen di Semester I

Sementara untuk net interest margin (NIM) dan beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) masing-masing sebesar 4,08 persen dan 86,33 persen. Untuk rasio profitabilitas return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) berada di level 1,98 persen dan 10 persen. Sementara itu, loan to deposit ratio (LDR) naik dari 144,77 persen menjadi 149,92 persen. (eka/bisnis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *