Semester I-2025, Lifting Minyak Capai 608 Ribu Bph Lampaui Target APBN
JATIMPEDIA, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, lifting minyak nasional mencapai 608,1 ribu barel per hari (bph). Angka ini sudah melampaui target APBN 2025 yang mencapai 605 ribu bph.
Bahlil mengatakan, target realisasi lifting nasional sebelumnya tidak pernah mencapai target APBN. Pada Januari 2025, lifting minyak baru mencapai 599,6 ribu bph, namun Juni sudah mencapai 608,1 ribu bph. “Ini terjadi, karena banyak orang yang mengatakan bahwa tidak mungkin kita mencapai target APBN 2025,” ujar Bahlil.
Dalam paparan Kementerian ESDM, produksi minyak pada Juni 2025 mencapai 00,5% dari target. Sementara itu rata-rata produksi Semester I 2025 mencapai 602,4 MBOPD atau 99,5% dari target. Dia juga mengatakan bahwa peningkatan produksi minyak berbeda dengan pengelolaan pangan.
Tidak hanya minyak, produksi gas bumi juga sudah melampaui target APBN. Berdasarkan catatan Kementerian ESDM produksi gas sebanyak 1.146,4 mboepd atau 114% dari target. Rata-rata produksi gas pada Semester I 2025 mencapai 1.199,7 MBOEPD atau 119% dari target.
Meski melampaui target, namun jumlah produksi gas Juni 2025 turun 5,66% dibandingkan produksi Mei 2025 yang mencapai 1.211,3 mboepd. Bahlil menyampaikan hasil produksi gas pada Juli dan Agustus ini akan menorehkan hasil bagus karena ada beberapa perusahaan migas (KKKS) yang melakukan perbaikan layanan. “Sehingga ada beberapa tambahan stok,” ujar Bahlil.
Dalam kesempatan yang sama Menteri Bahlil mencatat jumlah investasi yang masuk ke sektor ESDM mencapai US$13,9 miliar atau Rp 226,31 triliun di sepanjang semester I-2025. Jumlah ini naik 24,11% dari realisasi periode yang sama di 2024 mencapai US$11,2 miliar.
“Ini kebanyakan dari sektor minerba dan migas,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam keterangan kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/8/2025).
Melansir laporan Kementerian ESDM, investasi migas memang selalu mendominasi untuk sektor ESDM sejak semester I-2021. Pada semester I-2025, jumlah investasi migas yang masuk US$8,1 miliar, diikuti minerba US$3,1 miliar, EBTKE US$0,8 miliar, dan listrik US$1,9 miliar.
Selain investasi, Bahlil juga menyebut capaian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor ESDM. Selama semester I-2025, jumlah PNBP yang sudah masuk sebanyak Rp 138,8 triliun atau mencapai 54,5% dari target Rp 254,5 triliun.
“Bayangkan kami menyumbang 10-12% dari total target pendapatan negara. Belum kalau bicara pajak, PPh Badan yang bergerak di migas, kontribusi kami mencapai 15,5% dari total pendapatan negara,” tukasnya.
Menurutnya, ESDM merupakan salah satu kunci bagi negara bisa meraih pendapatan sekaligus menjalankan amanah UUD 1945 pasal 33. Dari jumlah tersebut, sektor migas menyumbang Rp 57,3 triliun, minerba Rp 74,2 triliun, EBTKE 1,09 triliun, dan listrik Rp 6,2 triliun.
“Sekalipun kami tidak meminta tambahan anggaran. Bayangkan di tengah gejolak harga minyak, turunnya harga komoditas tapi kami berusaha untuk mencapai target,” terang Bahlil. (raf)