Semester I-2022 Smartfren Bukukan Laba Rp 54,6 Miliar

Jakarta, JP – Provider seluler Smartfren Telecom (FREN), mengumumkan perolehan laba bersih Rp 54,60 miliar pada semester pertama tahun ini. Catatan tersebut melonjak tajam dari kerugian Rp 451,91 miliar yang dialami FREN dalam enam bulan pertama tahun lalu.

Membaiknya kinerja bottom line Smartfren salah satunya didorong oleh pendapatan usaha yang naik 10,16% secara tahunan menjadi Rp 5,45 triliun dari semula Rp 4,95 triliun pada semester pertama tahun lalu.

Pendapatan usaha perusahaan masih didominasi oleh jasa telekomunikasi berupa data yang nilainya mencapai 91% total pendapatan perusahaan.

Beban usaha juga mampu ditekan sehingga kini totalnya menjadi 94,46% dari total pendapatan, dibandingkan periode yang sama tahun lalu di mana beban usaha membengkak lebih besar dari pendapatan usaha atau 101,67% dari total pendapatan.

Baca Juga  BRI Dinobatkan Sebagai The Best Bank in Digital Service

Hal ini menyebabkan Smartfren mencatatkan laba usaha, dari sebelumnya membukukan kerugian usaha.

Beban bersih lain-lain juga nilainya turun dari tahun lalu. Dengan penghasilan pajak tangguhan, rugi sebelum pajak berhasil disulap menjadi laba bersih pada semester pertama tahun ini.

Total aset yang dimiliki FREN hingga akhir kuartal II tahun ini adalah Rp 43,78 triliun, dengan 97% berupa aset tidak lancar. Adapun aset lancar perusahaan tercatat hanya Rp 1,54 triliun, turun sepertiga dari posisi akhir tahun lalu senilai Rp 2,32 triliun.

Kondisi likuiditas terbatas juga terlihat dari kas dan setara kas perusahaan yang turun menjadi Rp 321,27 miliar pada akhir Juni dari semula Rp 463,22 miliar di akhir tahun lalu.

Baca Juga  Ruas Tol Probolinggo-Gending Bakal Tersambung Pertengahan 2023

Liabilitas Smartfren tercatat sebesar Rp 31,07 triliun, dengan kewajiban jangka pendek sebesar Rp 10,01 triliun. Termasuk dalam kewajiban jangka pendek tersebut adalah utang usaha yang meningkat menjadi Rp 3,06 triliun, utang pinjaman yang jatuh tempo dalam setahun Rp 1,13 triliun dan liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam setahun Rp 2,54 triliun.

Ekuitas perusahaan tercatat stabil dan pada akhir Juni tercatat senilai Rp 12,71 triliun.

Pada penutupan perdagangan Senin (15/8) di pasar modal, saham FREN menguat 8,57% ke Rp 114/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 35,92 triliun. Dalam sebulan saham FREN telah naik 37,35% dan dalam tiga bulan terakhir tumbuh 52%. (eka/cnbc)

Baca Juga  Smartfren Raih Cuan Rp 25 Miliar di Kuartal I/2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *