Sekolah PTM 100 Persen Tergantung Wilayah PPKM

Jakarta, JP – Tahun ajaran baru 2022 sudah berlangsung sejak sepekan terakhir. Terkait pembelajaran tatap muka (PTM) Kementerian Pendidikan Riset dan Kebudayaan (Kemendikbudristek) menyebut acuannya adalah SKB 4 menteri yang mengatur penerapan PPKM wilayah setempat.

“SKB Empat Menteri terkait dengan Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 saat ini sudah mempertimbangkan dan mengakomodasi mekanisme penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) berdasarkan level PPKM suatu wilayah,” kata Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbudristek, Anang Ristanto seperti dikutip, Sabtu (23/7).

Dengan demikian, penyesuaian akan dilakukan jika terjadi perubahan status PPKM di suatu wilayah. Hal ini guna mengantisipasi terjadi penularan Covid-19 di sekolah akibat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), agar anak aman dari ancaman virus Corona.

Baca Juga  Keren, Desain Busana Rancangan Siswa SMK 3 Malang Tampil di Rumah Mode Paris

Ini artinya penyelenggaraan PTM pada satuan pendidikan tetap harus mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri terkait penyelenggaraan pembelajaran selama pandemi. Dalam SKB Empat Menteri tersebut jelas disebutkan PTM bisa dilaksanakan jika PPKM suatu wilayah di level I dan II.

“Selama PPKM masih di level I dan II maka maka pembelajaran tatap muka tetap bisa dilakukan dengan protokol kesehatan serta skema pengendalian Covid-19 secara ketat,” katanya.

Selain itu, Kemendikbudristek mengajak semua pihak untuk bergotong royong dalam memenuhi hak anak untuk mendapatkan layanan pendidikan, khususnya untuk mencegah terjadinya learning loss dan dampak negatif tidak optimalnya pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

“Untuk itu semua pihak perlu berdisiplin dalam penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM),” tegasnya.

Baca Juga  Kadin Jatim Dorong Percepatan Revitalisasi Pendidikan Vokasi

Jadi keseimbangan skema pengendalian Covid-19 di satu sisi dan penyelenggaraan PTM di sisi lain harus dijaga dengan baik. Menurutnya PTM selama situasi memungkinkan harus tetap dilakukan mengingat begitu besar dampak negatif learning loss bagi peserta didik di Indonesia selama dua tahun pandemi Covid-19 berlangsung. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *