Ratusan Anak Yatim Diajak Jalan-jalan PKK Kabupaten Kediri

JATIMPEDIA, Kediri Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kediri mengajak sekitar 104 anak yatim piatu ke sejumlah destinasi unggulan dengan harapan menjadi bahagia dan bersemangat meraih cita-citanya.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito, Minggu mengatakan sengaja berbagi kebahagiaan dengan mengajak keliling anak yatim piatu ke sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Kediri.

Kegiatan ini sekaligus rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-52 tahun 2024.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan motivasi agar adik-adik yatim piatu semakin semangat dan mempunyai tekad untuk mencapai cita-citanya,” katanya di Kediri.

Anak-anak tersebut diajak ke sejumlah lokasi seperti di Taman Pancar, Wonotirto, Kecamatan Gurah, Bandara Internasional Dhoho, hingga Monumen Simpang Lima Gumul (SLG).

Baca Juga  Citilink Bakal Buka Penerbangan Setiap Hari di Bandara Dhoho Kediri

Ia mengatakan, anak-anak diajak ke bandara agar mereka mengetahui dan termotivasi dalam belajar. Mereka diberitahu mulai dari kedatangan dan keberangkatan pesawat, proses masuk keluar barang bagasi pesawat.

Dengan pembekalan materi sejak dini, dirinya tersebut berharap kegiatan yang diusung kelompok penggerak keluarga ini bisa menjadi suntikan motivasi bagi seluruh peserta supaya semakin giat mengasah kemampuan hingga mencapai cita-cita.

“Percayalah adik-adik, siapapun bisa menjadi apapun asalkan kalian belajar sungguh-sungguh dan tentunya harus rajin berdoa,” kata Mbak Cicha, sapaa akrabnya.

Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten Kediri Dyah Saktiana menambahkan kegiatan berbagi kebahagiaan ini menjadi tahun ke-3 digelar dengan mengundang anak yatim piatu secara bergantian dari masing-masing kecamatan.

Baca Juga  Kolaborasi Pemkot Surabaya dan Perpusatakaan Nasional Tingkatkan Kualitas Literasi

Ia mengatakan, sesuai dengan komitmen kelompok penggerak kesejahteraan keluarga dalam menggelar program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kabupaten Kediri.

“Semoga tahun depan program ini juga akan berlanjut lagi, tentunya dengan tema yang berbeda,” kata Dyah. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *