Pulihkan Produksi Susu Sapi Akibat PMK, Ini Caranya

Malang,JP – Sejak penyakit mulut kuku (PMK) mewabah di Jawa Timur, produksi susu sapi di Jatim menurun drastis. Ini terjadi lantaran banyak sapi perah milik peternak yang terinfeksi penyakit ini.

Sejumlah upaya sudah dilakukan Pemprov Jatim, salahsatunya meningkatkan capaian vaksinasi PMK. Hingga kini capaian vaksin di Jatim sudah menembus sekitar 70 persen dari populasi sapi perah yang berjumlah sekitar 350.000 ekor  dan ditargetkan 7 Juli vaksinasi mencapai 100 persen.

Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jatim, Sulistyanto, mengatakan dengan capaian vaksinasi sebesar itu, masih belum dapat menghentikan persebaran PMK. PMK bisa berhenti, setidaknya mereda, setelah vaksinasi PMK II.

“Setelah diberikan booster, baru PMK diharapkan bisa menghilang,” ujarnya.

Baca Juga  Bank Jatim Dukung Misi Dagang Pemprov Jawa Timur di Kalimantan Utara

Oleh karena itulah, kata dia, angka sapi yang terinfeksi masih terus bertambah. Indikator sederhananya, produksi susu sapi turun. Untuk di Jatim, kata dia, penurunan produksi susu sudah mencapai sekitar 40 persen dari kondisi sebelum pandemi PMK yang mencapai 1.250 ton/hari.

Bahkan di Malang, penurunan diperkirakan mencapai 50 persen lebih. Sebelum wabah PMK, produksi susu mencapai 130 ton/hari, namun kini tinggal 60 ton/hari. Hambatan dalam vaksinasi, kata dia, ada peternak yang khawatir sapinya justru bermasalah setelah divaksin.

Dia meminta kepada peternak agar bersedia sapi milik mereka divaksin agar wabah PMK cepat selesai. Lagi pula, dengan vaksin maka diharapkan sapinya sehat sehingga produksi susu sapi pulih dan pabrik susu tidak ragu menerima setoran susu dari masyarakat.

Baca Juga  Gubernur Khofifah: Pertumbuhan Ekonomi 2024 Harus Semakin Inklusif dan Berdampak

Vaksinasi sapi, kata dia, jelas membantu peternak, meski kekebalan terhadap belum sepenuhnya sebaik saat diberikan vaksin II dan booster. Dengan telah divaksin I, maka tingkat kesembuhan sapi yang terpapar PMK bisa cepat karena tingkat terpaparnya tidak fatal. Serta produksi susu sapi segera normal.

Dia mendesak pula, agar peternak dibantu pemerintah berupa makanan konsentrat bernutrisi tinggi bagi sapi oleh pemerintah agar pemulihannya cepat dan dapat segera berproduksi secara normal.

Pengalaman sapi yang terpapar PMK dan sembuh diberi pakan konsentrat bernutrisi bantuan pabrikan pakan ternak, hasilnya sangat bagus. Pemulihannya sangat cepat, hanya butuh waktu 25-30 hari saja. Sedangkan jika sapi yang telah sembuh dari PMK tidak mengkonsumsi makanan konsentrat bernutrisi tinggi, kata dia, pemulihannya lama, sekitar dua bulan. (sat/bis)

Baca Juga  Ternyata Bunga Tabungan di Bank Ada Yang Nol Persen

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *