PT Pelindo Terminal Petikemas Kuasai Saham BNCT Belawan

Surabaya, JP PT Pelindo Terminal Petikemas mengambil alih saham PT Prima Terminal Petikemas. Saham Operator Belawan New Container Terminal (BNCT) di Sumatera Utara itu sebelumnya dimiliki Wijaya Karya Tbk dan Hutama Karya. Masing-masing saham sebesar 15 persen.

Dengan pembelian itu, subholding PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) itu memiliki saham 100 persen. Sebab, operator terminal peti kemas milik PT Pelindo itu sudah menguasai saham 70 persen.

Proses pembelian itu setelah terjadi kesepakatan antara tiga perusahaan milik negara tersebut, dengan ditandai pengalihan hak atas saham di Jakarta, Selasa (26/7/2022).

Penandatangan pengalihan saham dilakukan Direktur Utama Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), M. Adji; Direktur Utama PT Hutama Karya, Budi Harto; dan Direktur Operasi I PT Wijaya Karya Tbk, Hananto Aji selaku Pgs direktur utama.

Baca Juga  PT INKA Gandeng Bank Muamalat Untuk Pembiayaan Produksi KA

Corporate Secretary SPTP, Widyaswendra mengatakan bahwa pengambilalihan saham PT Prima Terminal Petikemas sebagai bentuk komitmen bersama untuk fokus pada bisnis masing-masing.

Menurutnya, SPTP selaku operator terminal memiliki kompetensi untuk mengembangkan terminal peti kemas di Sumatera. Dengan demikian, SPTP berharap mampu memberikan manfaat lebih untuk pengembangan logistik khususnya layanan terminal peti kemas.

“Nilai total transaksi atas pengambilalihan mencapai Rp375,9 miliar, atas saham yang dimiliki PT Wijaya Karya Tbk dan PT Hutama Karya yang masing-masing 15 persen,” kata Widyaswendra, dalam keterangan resminya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Hutama Karya Budi Harto menyebut perusahaan akan fokus menghadirkan infrastruktur yang andal di pelabuhan. Pihaknya terbuka untuk bekerja sama di bidang penyiapan infrastruktur pelabuhan di seluruh wilayah kerja Pelindo.

Baca Juga  Pizza Hut Konsep Baru Hadir di Supermall Pakuwon dan Galaxy Mall

“Dengan pengalihan kepemilikan saham di PT Prima Terminal Petikemas bukan berarti kami (PT Wijaya Karya dan PT Hutama Karya) dengan Pelindo tidak ada hubungan lagi. Tentu kami akan terus mendukung Pelindo dalam menghadirkan infrastruktur pelabuhan yang baik,” terang Budi Harto.

Hal senada diungkapkan Direktur Operasi I PT Wijaya Karya Tbk, Hananto Aji selaku Pgs direktur utama. Ia mengatakan bahwa keterlibatan perseroan di PT Prima Terminal Petikemas sebelumnya adalah bentuk dari kolaborasi BUMN.

Saat ini dengan semakin berkembangnya bisnis kepelabuhanan di BNCT, pihaknya mengembalikan pengelolaan kepada Pelindo sesuai core business-nya. Penyerahan kepemilikan saham PT Prima Terminal Petikemas kepada Pelindo sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan dan mengembangkan bisnis kepelabuhanan.

Baca Juga  Edi Priyanto : Jadikan Bulan K3 Sebagai Budaya Perlindungan Pekerja

Sebagai catatan, PT Prima Terminal Petikemas merupakan bagian dari Pelindo Group yang dibentuk pada tahun 2013. Perusahaan tersebut hasil kolaborasi Pelindo dua BUMN lainnya. Di mana Pelindo memiliki saham sebesar 70 persen, sedangkan PT Wijaya Karya Tbk dan Hutama Karya, masing-masing 15 persen.

Proses pengalihan usaha ini tidak panjang. Pada 3 Januari 2022 lalu, Pelindo mengalihkan saham PT Prima Terminal Petikemas kepada subholding SPTP. Adapun kepemilikan saham 100 persen puncaknya pada 26 Juli kemarin. (arif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *