PJB Optimalkan Sampah Pembakaran Batu bara untuk Hunian

Surabaya, JP – PLTU Paiton telah berhasil mengubah hasil pembakaran batu bara fly ash bottom ash (FABA) menjadi rumah layak huni. Unit usaha milik PT Pembangkitan Jawa Bali ( PT PJB ) itu kemudian memberikan untuk warga, Ahmad Sahroni dan Nurul Hidayah sebagai penerima manfaat.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, FABA tidak lagi masuk kategori limbah berbahaya (B3). Dasar inilah yang membuat PJB mengembangkan FABA untuk memberi manfaat kepada warga.

Sejauh ini, PLTU Paiton telah menghasilkan FABA 130.000 ton per tahun atau 470 ton per hari. Hingga kini, angka pengelolaannya sudah mencapai 85 persen. Pengelolaan FABA menjadi tantangan agar bermanfaat bagi masyarakat dan bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga  Khofifah Resmikan Masjid Kanzul Arsy Dan Launching IAI Al Fatimah di Bojonegoro

Direktur Operasi 1 PT PJB, Yossy Noval mengungkapkan rencana kerja PT PJB dalam pemanfaatan FABA menyatakan bahwa upaya ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan.

“Secara substansial (FABA) dapat mengurangi produksi hasil pembakaraan PLTU melalui tindakan pencegahan, pengurangan, daur ulang dan penggunaan kembali pada tahun 2030 mendatang,” terangnya di sela mendampingi Dewan Komisaris PT PLN, Alex Iskandar Munaf dan Eko Sulistyo, Rabu (20/7/2022)

Jauh sebelum ditetapkan sebagai limbah non-B3, PJB telah melakukan penanganan dan pemanfaatan FABA pada seluruh PLTU. Teknologi bag cloth filter maupun electrostatic precipitator (ESP) cukup efisien.

Penerapan itu mampu menangkap fly ash yang ikut terbawa pada udara emisi. Sehingga udara di lingkungan sekitar PLTU tidak melebihi nilai ambang batas yang telah ditetapkan.

Baca Juga  Yamaha Ajak Konsumen dan Komunitas Ikut Even bLU cRU

“Sisa pembakaran batu bara telah dimanfaatkan dengan cukup optimal menjadi produk-produk yang ramah lingkungan, seperti bahan bangunan, substitusi semen, material pengecoran jalan maupun sebagai material restorasi tambang,” kata Eko Sulistyo.

Ia menambahkan bahwa PLTU Paiton memiliki upaya memanfaatkan FABA sebagai program CSR sangat berguna. Salah satunya untuk menumbuhkan dan menjadi nilai tambah ekonomi masyarakat, serta mendorong kerja sama dengan berbagai instansi.

Sementara itu, Alex Iskandar Munaf menilai kinerja PJB dalam mengelola FABA patut diapresiasi. Tidak saja rumah, namun juga di beberapa daerah lain, pengelolaan FABA sudah berjalan mandiri.

“Seperti di Tenayan, PJB telah bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk membangun perpustakaan digital pertama, yang bahan baku bangunannya berasal dari FABA. Saya rasa program serupa dapat diduplikasi di PLTU lain di Indonesia,” Alex menjelaskan.

Baca Juga  Gubernur dan Mendagri Bagi Bendera di Tugu Pahlawan

Pada kesempatan itu, Dewan Komisaris dan Direksi PLN menyaksikan rumah sederhana dengan tampilan desain modern, yang berdiri kokoh di tengah permukiman warga Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Bangunan dengan dimensi 6 x 9 meter ini tampil beda, karena seluruh dindingnya dibangun dari susunan bata interlock. Sementara modelnya mirip bata merah yang bahan bakunya berasal dari FABA. (arif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *