PJB Gabungkan PLTU Paiton 1-2 dengan PLTU Paiton 9

Surabaya, JP – Dua Unit Pembangkit yang dikelola oleh PT PJB resmi melakukan penggabungan struktur organisasi atau merger. Kedua unit tersebut adalah PLTU Paiton 1-2 dan PLTU Paiton 9. Pengumuman merger tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT PJB, Gong Matua Hasibuan melalui Go Live Organisasi UP Paiton pada Kamis (14/7/2022).

Direktur Utama PT PJB, Gong Matua Hasibuan menyampaikan bahwa PT PJB saat ini sedang dalam masa transformasi menuju strategic holding, untuk itu diperlukan sinergi pengelolaan unit sejenis yang secara geografis berdekatan guna mewujudkan lean organization and lean process dengan tetap memperhatikan aspek kinerja operasional.

Jika strategic holding tercapai, ujarnya, maka Kantor Pusat akan memfokuskan pada peranan strategis, seperti perencanaan pengembangan bisnis, monitoring, dan evaluasi atas kegiatan operasional yang dilakukan oleh anak perusahaan dan unit pembangkit.

Baca Juga  AISI : 5,22 Juta Motor Terjual Selama 2022

“Penggabungan organisasi ini akan semakin membuat PT PJB lebih efisien dan efektif dalam mengelola unit pembangkit dari sisi teknis dan non-teknis. Saya berharap sinergi yang bagus dengan stakeholder dapat tetap terjalin,” terang Gong Matua Hasibuan dalam keterangan resmi yang diterima kabarbisnis.com, Surabaya, Jumat (15/7/2022).

Lebih lanjut dia mengatakan, selain untuk mencapai efisiensi yang tinggi, langkah tersebut untuk mewujudkan kinerja PLTU Paiton 9 yang mencapai Operational Excellence, dimana salah satu buktinya dapat dilihat dari meningkatnya kinerja FTP-1 yang telah memenuhi standar (TOP 25 persen NERC) sehingga dapat di sejajarkan dengan unit pembangkit eksisting (PLTU Paiton 1-2).

PLTU Paiton 1-2 sendiri menjadi PLTU pertama yang telah mengimplementasikan co-firing biomassa di PLN Grup. Go live secara komersil co-firing dengan wood pellet ini dilaksanakan pada September 2020. Hal ini juga yang telah mendorong PLTU sejenis di Indonesia untuk melaksanakan co-firing.

Baca Juga  Pupuk Indonesia Alokasikan 355.313 Ton Pupuk Subsidi untuk Indonesia Barat

“PT PJB melihat dengan penggabungan organisasi ini akan dapat mempercepat proses transfer pengetahuan antar unit pembangkit,” pungkasnya. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *