PHRI Madiun Komitmen Tingkatkan Okupansi Hotel

Madiun, JP – Tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di Jawa Timur saat ini rata-rata sudah mencapai 75 persen, usai dihajar pandemi sejak 2 tahun lalu. Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami berharap hotel yang ada di Kabupaten Madiun bisa meningkatkan okupansi dengan memperbanyak kegiatan dan promosi.

Hal itu disampaikan Bupati Madiun saat menghadiri pelantikan pengukuhan pengurus BPC PHRI Kabupaten Madiun periode 2022 – 2027. Pengukuhan dilakukan Sekretaris Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur di Pendopo Muda Graha, Sabtu, (16/7).

Lebih lanjut Ahmad Dawami mengatakan, pihaknya bertekad Pemerintah Kabupaten Madiun akan terus berupaya turut meningkatkan tingkat okupansi hotel. Bahkan, Bupati Ahmad Dawami juga menginginkan ada penambahan hotel baru di Caruban sebagai ibukota Kabupaten Madiun.

Baca Juga  Petrokimia Gresik Siapkan Rumah Tranformasi dan 6 Ekspansi Strategi Bisnis

Dia juga berkomitmen memberi kemudahan bagi calon investor yang akan menanamkan investasinya di sektor pariwisata khususnya perhotel. “Saya menyambut baik terbentuknya kepengurusan BPC PHRI di Kabupaten Madiun. Harapan kami dengan meningkatkan kegiatan perekonomian dan pariwisata maka okupansi hotel di Madiun juga semakin meningkat,”kata dia.

Dalam sambutan Sekretaris BPD PHRI Jawa Timur, Puguh Sugeng Surtrisno, mengatakan bahwa sejak Mei lalu, dunia pariwisata dan tingkat hunian hotel di Jawa Timur mulai bangkit. Saat ini tingkat hunian hotel di Jawa Timur sudah sekitar 75 persen.

Untuk meningkatkan sektor pariwisata, pihaknya mengajak BPC PHRI Kabupaten Madiun untuk bekerja lebih giat, menjalin kolaborasi, dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Madiun.

Baca Juga  Gubernur Luncurkan 15 Unit Truk Koperasi Kareb Bojonegoro

Sebagai catatan, pengurus BPC PHRI Kabupaten Madiun periode 2022 – 2027 yang dilantik berjumlah 17 orang dan diketuai oleh Hari Susanto. Dengan kepengurusan baru, BPC PHRI Kabupaten Madiun akan lebih berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui sektor pariwisata, perhotelan dan restoran dengan tidak meninggalkan jati diri bangsa. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *