Pertamina : Stok Solar dan Pertalite Masih Aman 2 Minggu Kedepan

Jakarta, JP – Meski sempat dilaporkan ada kelangkaan BBM bersubsidi solar dan pertalite di sejumlah SPBU, namun PT Pertamina memastikan stok masih aman. Secara nasional stok pertalite ada di level 17 hari ke depan, sementara stok solar 19 hari ke depan.

“Dan BBM tersebut terus diproduksi.  Sehingga stok secara nasional di Pertamina mencukupi,” kata Corporate Secretary Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting

Dikatakan, penyaluran BBM bersubsidi pada semester pertama tahun ini sudah melampaui 50 persen dari kuota. Bahkan untuk BBM jenis Pertalite sudah disalurkan lebih dari 60 persen dari kuota. Kendati demikian, Pertamina belum memastikan apakah akan menempuh opsi pembatasan atau menaikkan harga untuk menjaga kuota subsidi.

Baca Juga  Ini Strategi PHR Kelola Aset & Hadapi Tantangan 1 Juta Barel

Pertamina, kata dia, masih menunggu keputusan pemerintah mengenai kebijakan pengendalian BBM subsidi. Hasil final kebijakan BBM subsidi nantinya akan bergantung kepada hasil revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 yang akan mengatur jenis kendaraan yang dapat mengakses BBM bersubsidi jenis Pertalite.

“Revisi aturan untuk membatasi pembelian Pertalite sudah memasuki tahap finalisasi di pemerintah. Masih difinalisasi oleh pemerintah. Tenggat waktunya belum ada, nanti pemerintah yang akan menyampailan update-nya,” ujar irto Ginting.

Yang pasti, imbuh dia, Pertamina terus memperluas cakupan pendaftaran kepada masyarakat untuk membeli BBM bersubsidi jenis Pertalite. Kali ini, area pendaftaran telah meliputi wilayah Jabodetabek yang pada tahap awal belum masuk. Pihaknya juga telah memperluas wilayah pendaftaran hingga 50 kota atau kabupaten. Hal itu dilakukan seiring dengan tingginya pendaftar dari seluruh wilayah.

Baca Juga  Gubernur Khofifah Teken Kesepakatan Bersama PI 10% WK North Madura II, Sepanjang dan Pagerungan Utara, SouthEast Madura

Dikutip dari laman subsiditepat.mypertamina.id, pendaftaran untuk wilayah Jabodetabek yang diprioritaskan pada pengguna yang berdomisili atau berencana bepergian ke wilayah Kota Jakarta Timur, Kota Bogor, Kota Tangerang dan Kabupaten Bekasi.

Hingga akhir Juli 2022, kata Irto, jumlah kendaraan yang mendaftar di aplikasi MyPertamina sebanyak lebih dari 400 ribu. Dari sejumlah kendaraan yang terdaftar, mayoritas mengkonsumsi BBM subsidi jenis Pertalite.

Dia menjelaskan bahwa masyarakat yang ingin mendaftarkan kendaraannya pada Program Subsidi Tepat ini tidak hanya terbatas pada kota atau kabupaten yang memang secara resmi telah dibuka periode pendaftarannya, tapi dari seluruh provinsi di Indonesia.

Pertamina juga mengingatkan kepada masyarakat saat ini pendaftaran Program Subsidi Tepat masih terus dibuka. Ke depan, Program Subsidi Tepat Sasaran ini akan disinergikan dengan regulasi penetapan penyaluran BBM subsidi yang ditentukan pemerintah.

Baca Juga  Pastikan Ketersediaan BBM, BPH Migas Pantau SPBU AKR Ranuyoso Lumajang

Irto meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir, karena booth pendaftaran langsung untuk membeli pertalite akan tetap disediakan untuk mempermudah masyarakat yang tidak memiliki ponsel pintar atau akses Internet.

“Bagi yang punya, bisa langsung ke website subsiditepat.mypertamina.id atau melalui menu Subsidi Tepat di Aplikasi MyPertamina. Tinggal isi dan upload dokumen yang diperlukan,” pungkas dia. (eka)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *