BBM Subsidi Masih Ada, Pertamina dan ESDM Minta Berhemat

Jakarta, JP – Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM bersubsidi di wilayah Ngawi, Magetan Madiun dan Ponorogo masih aman. Pasokan harian ke sejumlah SPBU juga masih berjalan normal. Pernyataan ini untuk menjawab informasi kelangkaan BBM subsidi khususnya solar di Kabupaten Magetan.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting saat dikonfirmasih menjelaskan, hingga kini pengiriman BBM bersubsidi yakni pertalite dan solar tetap normal. Kelangkaan yang dilaporkan terjadi di SPBU Jl. MT Haryono (54.633.02) Magetan juga tidak terjadi.

Dikatakan, pada Kamis (11/8) stok solar di SPBU tersebut mencapai 4,3 KL dan  kondisi penyaluran normal. Setiap hari SPBU tersebut mendapat jatah pengiriman solar sebanyak 8 Kl. “Bahkan dari laporan tim kami, kondisi di SPBU Mt Haryono dan SPBU lainya di Magetan juga terpantau normal tidak ada antrean,” terang Irto Ginting.

Baca Juga  BPK RI Serahkan Laporan Hasil Pemeriksaan SKK Migas dan KKKS

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga ini menjelaskan, secara nasional kuota Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) Khusus Penugasan (Pertalite) dan Jenis BBM Tertentu (JBT) yakni solar memang mulai menipis. Hingga Juli 2022 ini, konsumsi BBM Pertalite sudah mencapai 16,8 juta KL dari kuota tahun ini yang ditetapkan sebanyak 23,6 juta KL. Artinya, kuota BBM yang dipakai sejuta umat Indonesia ini tersisa 6,7 juta KL.

“Sementara pertalite, hingga juli sudah tersalurkan 16.8 juta KL, dari kuota 23 juta KL,” kata Irto.

Karena pasokan menipis ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya untuk jenis BBM Pertalite. Disebabkan kuota BBM Pertalite hingga akhir tahun tersisa 6,7 juta kilo liter (KL).

Baca Juga  SKK Migas Berkomitmen Dorong Penerbitan Aturan Tata Kelola Sumur Minyak Masyarakat

Menteri ESDM, Arifin Tasrif menyebut bahwa akan selalu memenuhi kebutuhan BBM untuk masyarakat. Meskipun di tengah kenaikan harga minyak internasional yang saat ini masih cukup tinggi.

“Minyak harganya tinggi terus gak turun-turun jadi memang harus ada upaya upaya untuk efisiensi, masyarakat kita minta untuk supaya juga bisa hemat BBM,” kata Arifin di Gedung Kementerian ESDM, Kamis (11/8). (eka)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *