Penjualan Indal Aluminium Selama 2021 Naik 39,7 Persen

Surabaya, JPPT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) mencatat kinerja penjualan perusahaan Maspion Group sepanjang 2021 mencapai sebesar Rp1,4 triliun. Jumlah ini mengalami  pertumbuhan 39,7 persen dibandingkan 2020 yakni Rp1 triliun. Dari kinerja tahun lalu, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp4 miliar naik 8,2 persen dibandingkan 2020 yakni Rp3,9 miliar

Direktur INAI Cahyadi Salim mengatakan kinerja Indal Aluminium Industry pada periode Januari – Mei 2022 ini mampu mencatatkan penjualan mencapai Rp 619,6 miliar atau naik 19,5 persen dibandingkan periode sama 2021 yakni Rp 518,3 miliar.

“Peningkatan penjualan ini didorong oleh pertumbuhan di pasar ekspor yang tercatat Rp372,4 miliar atau naik 22,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp304,2 miliar,” katanya.

Baca Juga  Angkasa Pura II Mulai Cetak Laba Pasca Pandemi

Sementara di pasar domestik, pada Januari – Mei 2022 tercatat Rp247,2 miliar naik 15,4 persen dibandingkan periode sama 2021 yakni Rp214,1 miliar.

Cahyadi mengatakan di tengah lesunya pasar domestik, perseroan mampu mencari celah lain di pasar ekspor sehingga mendorong peningkatan kontribusi ekspor menjadi 60,1 persen, naik dibandingkan sebelumnya hanya 58,7 persen.

“Penurunan penjualan di pasar domestik terjadi sejak tahun lalu akibat masih lesunya sektor konstruksi, proyek-proyek belum banyak yang jalan. Tentu kami tidak diam, kami mencari celah di luar negeri dengan produk yang punya value added, ya solar panel frame inilah salah satunya yang berkontribusi,” Direktur Indal Aluminium Industry.

Pada bagian lain, Indal Aluminium Industry kini gencar menjajaki potensi pasar produk pendukung energi baru terbarukan (EBT) salah satunya perlengkapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berupa solar panel frame (kerangka aluminium untuk solar panel).

Baca Juga  Gubernur Khofifah: Pertumbuhan Ekonomi 2024 Harus Semakin Inklusif dan Berdampak

Menurut Presiden Direktur INAI, Alim Markus mengatakan, pihaknya sedang merencanakan pengembangan bisnis yang lebih potensial, salah satunya masuk di pasar produk yang mendukung energi terbarukan.

“Dalam beberapa tahun terakhir mulai banyak permintaan akan produk aluminium ekstrusion pendukung perlengkapan panel surya yakni dalam bentuk solar panel frame dan part,” kata dia.

Menurutnya, tren tersebut cepat atau lambat akan diikuti oleh seluruh dunia karena gencarnya kampanye lingkungan untuk menurunkan efek rumah kaca dan pemanasan global dengan cara menghasilkan sumber enegri rendah karbon. “Jadi setidaknya dalam beberapa tahun mendatang sebagian kapasitas produksi Indal Aluminium Industry akan diarahkan pada sektor tersebut,” imbuhnya. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *