Pemkab Sidoarjo Percepat Normalisasi Sungai Purboyo

Sidoarjo, JP – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, melakukan normalisasi Sungai Purboyo yang selanjutnya bisa digunakan untuk mengairi lahan pertanian pada sepuluh desa di wilayah setempat.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor dalam keterangan pers di Sidoarjo, Rabu, mengatakan dengan memperlancar saluran irigasi dari sungai ke sawah maka diharapkan hasil panen bisa lebih meningkat. “Selama ini para petani mengeluh karena lahan mereka kekurangan air yang berdampak lahan tersebut kurang produktif,” ujarnya.
Ia mengatakan, selama ini petani bercocok tanam dengan memanfaatkan air hujan menyusul sungai-sungai yang menjadi andalan irigasi sawah banyak yang dangkal. Menurut pria yang akrab disapa Gus Muhdlor ini mengatakan terdapat belasan hektare lahan yang tidak bisa dimanfaatkan dengan optimal karena kendala irigasi.
Bahkan, ada sebagian lahan yang dibiarkan pemiliknya ditumbuhi rumput liar karena lahan tersebut untuk pengairan bergantung dari aliran Sungai Purboyo.
“Sungai Purboyo dialiri dari Mengetan Kanal yang melewati tiga kecamatan, yakni Balongbendo, Prambon dan Tulangan,” ujarnya.
Sungai Purboyo tersebut melewati belasan hektare lahan pertanian pada 10 desa, salah satunya Desa Modong, Kecamatan Tulangan.
Selama ini, para petani berharap kepada Pemkab Sidoarjo agar ada normalisasi agar Sungai Purboyo airnya mengaliri lahan mereka karena itu menjadi nyawa para petani dalam menggarap lahan.
“Permasalahan irigasi ini juga pernah dialami warga Krembung. Setelah dilakukan normalisasi sekarang lahan tersebut bisa ditanami lagi. Sungai Purboyo ini sama, segera dinormalisasi agar lahan bisa produktif kembali,” ujarnya.
Baca Juga  Gus Muhdlor Bangun Lima Rumah Pompa Baru, 30 Unit Pompa Disiagakan
Pihaknya akan mengoptimalkan lahan hijau yang ada untuk produktif sehingga bisa meningkatkan hasil panen petani sekaligus mendongkrak sektor ekonomi pangan. Upaya itu dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sidoarjo.
“Lahan hijau sekarang tambah tahun tambah berkurang. Sebagian besar dimanfaatkan untuk hunian. Nah, lahan hijau yang ada sekarang ini harus dioptimalkan untuk digarap pertanian. Normalisasi tidak hanya berhenti di sini, ditempat lain juga akan kita lakukan normalisasi,” katanya. (puji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *