Pemkab Gresik Optimalkan Destinasi Kampung Pecinan

Gresik, JP – Untuk mengoptimalkan destinasi wisata di kota lama, Pemerintah Kabupaten Gresik mempercantik kawasan Kampung Pecinan Gresik. Untuk itu, Pemkab Gresik melibatkan swasta dalam mengembangkan kampung heritage dengan ikon kelenteng Kim Hin Kiong.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menyambut gembira peran swasta seperti industri cat Nippon Paint dalam upaya mempercantik kawasan tersebut. Nippon Paint turut serta mewarnai dinding bangunan-bangunan eksotis di kampung Pecinan, Senin (11/07).
“Kami apresiasi betul, jadi  dalam pengembangan wisata heritage ini semua terlibat, dari Kementerian menggelontorkan dana APBN, APBD juga. Kini Swasta juga ikut,” kata dia.
Bupati Yani berharap, usai Kampung Pecinan Gresik dipoles dengan cat baru, masyarakat sekitar turut serta menjaga dan merawat.
“Jangan sampai ada coretan-coretan lagi yang mengurangi keindahan, makanya mari kita awasi bersama, tidak hanya pemerintah, tapi ini milik masyarakat juga,” ujarnya.
Menurut Yani, Kampung Pecinan Gresik dan kawasan wisata kota tua di sekitarnya ini unik, mengingat kawasan itu merupakan tempat perkembangan peradaban dan persentuhan beragam kebudayaan
“Jadi disini itu ada Kampung Arab, Melayu dan Pecinan, nanti ada kawasan kolonial juga,” beber dia.
Asisten General Manajer Nippon Paint Wirya Atmaja menjelaskan, ketahanan cat yang dipakai untuk mewarnai dinding Kampung Pecinan Gresik ini akan awet selama lima tahun.
“Lima tahun tidak akan terkelupas, harapannya ini bisa menambah daya tarik wisata Kampung Pecinan ini,” kata dia.
Sementara itu Kepala Dina Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Ida Lailatussa’diyah mengatakan, pengecatan Kampung Pecinan ini dilakukan usai pembangunan ornamen rampung.
Tenaga pengecatan, kata Ida, sudah melalui Bimtek dengan Nippon Paint. Mulai dari pembersihan permukaan hingga teknis pengecatan.
“Selain proyeksi untuk wisata kota tua, ini awalnya berangkari program kota tanpa Kumuh,” kata Bupati Gresik.

Sementara Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemkab Gresik, Ida Lailatus Sa’diyah mengatakan, penataan tempat wisata ini sekaligus untuk mempromosikan Gresik sebagai Kota Bandar.

Baca Juga  Wabup Gresik Pimpin Apel Peringatan Hari Besar Pramuka Ke-62

“Ini merupakan Wisata Heritage dari beberapa etnis di Kabupaten Gresik, sekaligus penataan promosi Gresik Kota Bandar yang sejak abad 17 pelabuhan Gresik menjadi tempat transit rempah-rempah,” ujar Ida

Dia menjelaskan, tujuh ruas jalan di kawasan wisata ini akan mulai dilakukan revitalisasi secara bertahap pada Februari mendatang dan ditargetkan selesai pada tahun ini. “Dengan beberapa tahapan yang akan dimulai dari bulan Februari lalu,” ucap Ida.

Menurut dia, desain grafis saluran drainase untuk revitalisasi di kawasan heritage itu dengan estimasi 240 hari dari tujuh ruas jalan, dengan anggaran dari APBN tahun 2021-2022.

“Sedangkan untuk anggaran APBD penataan kawasan tematik di tahun 2021 sudah terealisasi di Kampung Pecinan, dan masih ada tahap lanjutan juga di Kampung Pecinan, Kampung Kolonial Kelurahan Bedilan, dan Kampung Pribumi atau Peranakan Kelurahan Pekelingan di APBD tahun 2022 ini,” jelas dia.

Baca Juga  #Cari_Aman Berkendara Motor Matic Besar Honda, Perhatikan Hal ini

Ida menambahkan, ke depan akan terus dilakukan sejumlah perbaikan lainnya, seperti menjadikan area bebas kabel di wisata heritage. Selain itu, saat proses revitalisasi drainase juga akan dilakukan rekayasa lalu lintas, sehingga masyarakat dan pengendara tidak terganggu dengan pembangunan destinasi wisata ini. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *