Paguyuban Seni Lamongan Pertahankan Tradisi Grebek Suro

Lamongan, JP –¬†Memasuki Bulan Muharrom (bulan pertama kalender hijriyah/Islam) di Desa Slaharwotan Kecamatan Ngimbang Lamongan ada tradisi yang menarik. Dimana warga desa bersama paguyuban seni tradisional setempat tetap melestarikan tradisi budaya Grebek Suro.

Grebeg Suro merupakan acara tradisi budaya tahunan masyarakat Desa Slaharwotan Kecamatan Ngimbang dalam wujud pesta rakyat. Seni yang ditampilkan meliputi Reog, Jaranan hingga pagelaran campursari.

Hadir dalam acara Grebek Suro yang diselenggarakan Paguyuban Seni Tradisional Lamongan Ke- VI di Dusun Miri Desa Slaharwotan Kecamatan Ngimbang, Minggu (7/8), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan kesenian dan budaya daerah.

Melalui pelestarian itu, diharapkan dapat mempertahankan orisinalitas bangsa Indonesia yang terkenal sebagai bangsa yang berbudaya.

Baca Juga  Pemkab Lamongan Kembangkan Pertanian Hortikultura Berbasis Agrowisata

“Ketika kebudayaan dan kesenian tidak kita rawat tentu akan menghilangkan jati diri kita sebagai masyarakat Indonesia yang kaya budaya. Untuk itu mari terus kita lestarikan, karena nilai-nilai yang diangkat dalam kesenian akan meningkatkan harkat dan martabat,” ucap Pak Yes dihadapan warga desa.

Selain menampilkan berbagai kesenian, Grebek Suro ini juga sebagai bentuk serah diri/tawakal hamba (manusia) kepada Tuhannya, Allah SWT agar senantiasa diberi kesehatan, keselamatan dan kejayaan di tahun-tahun berikutnya. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *