Menhub Apresiasi Produksi INKA Gunakan Komponen Lokal

Madiun,JP – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi pengerjaan Bus Listrik Merah Putih oleh PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) yang telah memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga lebih dari 50 persen.

“Bus listrik buatan INKA ini diupayakan memiliki TKDN lebih dari 50 persen. Ini harus kita apresiasi, apalagi kajian TKDN-nya dilakukan dengan melibatkan rekan-rekan dari banyak perguruan tinggi yang ada di tanah air,” ujar Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau progres pengerjaan bus listrik PT INKA di Kota Madiun, seperti dikutip Antara, Minggu (17/7).

Menurut ia, banyak arti yang bisa diambil dari kerja sama antara Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Satu sisi bisa membuka ruang kerja baru bagi produk-produk dalam negeri.

Baca Juga  Pertamina Sabet Tiga Penghargaan Sekaligus Dalam Ajang KUKM Expo 2023

Arti yang lainnya adalah kerja sama ini merupakan bagian dari kecepatan riset dari perguruan tinggi untuk menemukan sesuatu yang selama ini hanya dilakukan di luar negeri.

“Kita tahu, banyak perguruan tinggi memiliki keahlian dan kesempatan untuk melakukan inovasi. Karenanya, Saya mengapresiasi Kemendikbud Ristek yang memberikan dana untuk melakukan riset dan hasilnya dituangkan dalam bentuk karya,” katanya.

Pihaknya berharap agar kerja sama PT INKA tersebut ditingkatkan guna memberi kesempatan dunia pendidikan untuk mengeksplorasi kemampuan untuk melakukan riset yang lebih mendalam.

“Sehingga komponen-komponen dalam negeri yang sebelumnya tidak bisa dilakukan, kini bisa diproduksi. Sekarang bisa 30 bus, nanti bisa 50, bisa 100, bahkan terus bertambah. Saya yakin bisa dihasilkan. Oleh karenanya, kerja sama seperti ini perlu ditingkatkan,” kata Menhub Budi.

Baca Juga  Kadin Jatim Kerjasama Alih Teknologi Pertanian dengan AS

Menhub juga meminta sejumlah operator BUMN seperti Damri, PT KAI, dan PT INKA untuk terus mendukung dan membuka kesempatan bagi dunia pendidikan untuk melakukan riset pengembangan teknologi transportasi secara lebih intensif.

“Tidak mungkin dunia industri berjalan sendiri, harus kerja sama dengan sektor pendidikan. Berikutnya kami memberikan kesempatan kepada dunia perguruan tinggi untuk turut serta dalam pengembangan transportasi kereta ringan atau LRT,” kata Menhub.

Dalam kunjungannya ke PT INKA, Menhub juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penelitian dan Pengembangan Kereta Ringan Berbasis Hybrid dan Cerdas yang dilakukan BRIN, PT INKA, PT KAI, dan beberapa perguruan tinggi negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *