Kuota Solar dan Pertalite Bakal Jebol Jika Tidak Ditambah

Jakarta, JP – Pertamina Patra Niaga mencatat konsumsi atau kuota Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) yakni RON 90 atau Pertalite semakin menipis, atau hingga Juni 2022 kemarin tersisa 8,8 juta Kilo Liter (KL) saja.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menyebutkan, hingga Juni 2022 konsumsi BBM Pertalite sudah menembus 14,2 juta KL dari target yang dicanangkan pemerintah dan DPR pada tahun ini mencapai 23 juta KL.

Dalam hitungan kasar, kata Irto, selama enam bulan atau semester pertama ini, pemakaian BBM Pertalite mencapai 14,2 juta, artinya selama enam bulan ke depan jika kuota BBM . Pertalite tersisa 8,8 juta KL tidak akan mencukupi untuk akhir tahun, artinya akan terjadi over kuota.

Baca Juga  Pertamina Geothermal (PGEO) Resmi Bangun PLTP Lumut Balai Unit 2

Kondisi serupa juga dialami BBM bersubsidi jenis solar. Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar subsidi hingga Juni 2022 sudah mencapai 8,3 juta kilo liter (KL). Sementara kuota Solar subsidi pada tahun ini hanya dialokasikan sebesar 14,91 juta KL.

Artinya jika melihat proyeksi ke depan, maka kuota solar subsidi hingga akhir Desember tidak akan cukup. Mengingat sisa kuota Solar subsidi hingga Juni tinggal 6,6 juta KL.

Sementara realisasi hingga Juni atau semester I ini diperkirakan akan lebih besar dibandingkan sisa kuota yang ada. Oleh sebab itu, tanpa adanya pembatasan pembelian atau penambahan kuota, cukup sulit bagi perusahaan pelat merah tersebut menjaga pasokan yang tersisa.

Baca Juga  PHE Catat Belanja Modal US$ 3,2 Miliar Sepanjang 2022

Meski begitu, Irto Ginting memastikan bahwa proses pendistribusian BBM jenis ini masih dilakukan seperti biasanya. Sekalipun sebenarnya sudah over dari kuota.

Komisi VII DPR RI dan Kementerian ESDM telah bersepakat untuk menambah alokasi kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite sebesar 5 juta kilo liter (KL) untuk tahun ini. Dengan begitu, maka kuota BBM untuk masyarakat kurang mampu itu akan bertambah menjadi 28 juta KL.

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengatakan penambahan kuota tersebut dengan mempertimbangkan konsumsi BBM di masyarakat yang telah melonjak pasca meredanya pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, Komisi VII DPR RI dan Pemerintah telah menyepakati untuk menambah kuota Pertalite sebanyak 5 juta KL dari yang sebelumnya ditetapkan 23 juta KL. (eka)

Baca Juga  Wuling Air EV Resmi Diluncurkan Global di GIIAS Jakarta

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *