Ini Lho, Kolaborasi Pemkab Gresik dan Apindo

Gresik, JP -Program incubator yang dijalankan DPK Apindo Gresik dengan melatih calon pengusaha-pengusaha baru mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Gresik. Langkah ini menjadi titik balik untuk mengentaskan kemiskinan dan memangkas angka pengangguran.

Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah menilai pelatihan dalam bentuk inkubasi pelaku usaha bisa menjadi titik balik lahirnya business maker. Menurutnya, semakin banyak pelaku usaha yang lahir bisa mendorong perekonomian.

“Alhamdulillah, Apindo Gresik memberikan kesempatan dengan melatih calon-calon pengusaha, yang rata-rata adalah pelaku UMKM. Keberadaan incubator yang diinisiasi Apindo ini sesuai cita-cita Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani),” katanya di sela pelatihan Prospek Menjadi Entrepreneur Kuliner Bersama Apindo Gresik, di gedung pertemuan PT Kelola Mina Laut, Rabu (14/9).

Baca Juga  Tak Hanya Bisa Didengar, Siaran Radio Kini Juga Bisa Disaksikan

Ia menjelaskan saat ini angka pengangguran terbuka di Gresik di kisaran 8 persen, atau sedikit di atas rata-rata angka pengangguran terbuka Jawa Timur. Sementara tingkat kemiskinan di kisaran 2,4 persen pada Juli 2022. Angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan tahun 2020 yang berada di kisaran 12,4 persen.

Dalam mendukung kegiatan dalam bentuk inkubasi ini, Pemkab Gresik menjanjikan stimulus kepada pengusaha pemula berupa akses permodalan. Salah satunya pemberian kredit tanpa agunan dengan kredit ringan.

“Apindo Gresik telah melahirkan usaha, maka pemerintah berusaha memberi kemudahan akses modal dengan bunga kecil. Harapannya agar panjenengan (Anda) tidak terjerat pinjaman online,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua DPK Apindo Gresik, Alfan Wahyuddin menambahkan kegiatan ini sesuai janji kampanye. Selain itu, pihaknya mendapat Pekerjaan Rumah (PR) dari Pemkab Gresik untuk menciptakan pengusaha baru guna mendorong perekonomian.

Baca Juga  Wabup Gresik Harapkan Muslimat Bersatu Jadi Solusi Berbagai Masalah

“Program ini akan kami jalankan rutin setiap bulan, hingga lima tahun ke depan. Pada kesempatan awal, Apindo baru memberikan pelatihan membuat kue. Nah, pada tahapan berikutnya, kami akan memberikan pelatihan beragam. Bisa cara membuat minuman kopi, menjahit, atau bentuk usaha lain,” jelas Alfan.

Pengusaha kontraktor itu menambahkan bahwa pada pelatihan awal ini menjaring 85 peserta. Jumlah ini sudah melebihi ekspektasi, lantaran targetnya hanya 30 peserta. Meledaknya jumlah peserta menandakan antusias calon pengusaha cukup besar.

“Yang kami harapkan adalah output. Meskipun (peserta)sedikit, tapi bila menghasilkan, itu membuat kami impressed. Dan saya optimis, bahwa dari sekian peserta ini akan lahir pengusaha baru. Minimal bisa naik kelas, sukur-sukur menjadi business maker di Gresik,” urai lulusan ITATS Surabaya ini.

Baca Juga  Raih Opini WTP dari BPK Ke-7, Ini Pesan Bupati Gresik

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPP Apindo Jawa Timur, Edy Widjanarko menilai inkubasi usaha yang dilakukan di Gresik bisa menjadi pilot project daerah lain. Menurutnya, Apindo Jatim berencana menggelar kegiatan serupa di Kabupaten Malang, Sidoarjo, dan Surabaya.

“Ini menjadi contoh yang baik. Apindo adalah mitra pemerintah, kami berperan tidak hanya melahirkan pengusaha. Tapi juga mendukung program pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi Gresik, maupun daerah lain,” Edy menjelaskan. (arif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *