Holding ID Food Targetkan Produksi Gula 435 Ribu Ton

Malang, JP – Hingga 2025 mendatang, ID Food, perusahaan BUMN holding  pangan menargetkan bisa memproduksi gula sebesar 473.000 ton. Upaya ini untuk mendukung program swasembada gula dengan produksi sebesar 3,2 juta ton pada tahun yang sama.

Direktur Holding Pangan ID Food, Frans Marganda Tambunan, mengatakan pada 2021 produksi gula dari PG di bawah ID Food mencapai 253.000 ton. Sementara 2022 ini diharapkan meningkat menjadi 290.000 ton.

“Upaya peningkatan produksi di antaranya lewat perbaikan sarana serta pemanfaatan ekosistem peningkatan pertanian lewat Program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat),” katanya di sela-sela panen dan tanam tebu program Makmur di Malang, seperti dikutip, Jumat (29/7).

Produksi gula nasional tahun lalu, kata dia, sudah mencapai 2,3 juta ton sehingga terjadi defisit gula sekitar 800.000 ton. Defisit itu diharapkan dapat tertutupi pada 2025 lewat program swasembada gula. Untuk mencapai target produksi 473.000 ton pada 2025, kata dia, maka selain meningkatkan produktivitas lahan pertanian juga perlu perluasan lahan tanam tebu.

Baca Juga  Digitalisasi Jadi Daya Saing Utama, TTL Terpilih Sebagai Operator Terminal Petikemas Unggulan di Ajang ILA 2023.

Frans mengingatkan, perluasan lahan tanam tebu dilakukan dengan tidak mengkonversi lahan tanaman pangan lainnya. Hal ini sesuai dengan perintah dari Presiden Jokowi.

ID Food bisa bekerja sama dengan Perhutani maupun mendorong masyarakat untuk memanfaatkan tanahnya yang selama ini tidak dikerjakan karena berbagai pertimbangan untuk ditanami tebu.

Dengan begitu, Frans menegaskan, maka perluasan tanaman tebu untuk mendukung program swasembada gula pada 2025 tidak mengganggu program tanaman pangan lainnya, terutama tanaman pangan padi.

Kebutuhan untuk mencapai produksi gula sebesar 473.000 ton pada 2025, kata dia, mencapai sekitar 60.000 hektare, sedangkan lahan eksisting tanaman tebu di bawah binaan PG-PG ID Food sudah mencapai 54.000 hektare.

Baca Juga  Progam Taruna Makmur Petrokimia Gresik Diperluas di Jambore

Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, mengatakan dukungan perusahaan terhadap Program Makmur di antaranya penyediaan aneka pupuk dan lainnya. Ketersediaan pupuk dijamin ada. Petrokimia juga menyediakan alat untuk meneliti tingkat kesuburan tanah.

Dengan alat itu, dalam waktu 30 menit sudah diketahui hasilnya. Dengan begitu maka penanganan tanah sawah bisa tepat. Misalnya di Kab. Malang, karena sifat tanahnya banyak membutuhkan urea dan pupuk kalsium. Untuk mengembalikan kesuburan tanah karena kondisi tanah sudah meningkat keasamannya serta kebasaannya rendah, maka Petrokimia juga menyediakan produk dari kapur.

Senior Project Manager (SPM) Program Makmur Pupuk Indonesia Holding Company, Supriyoto, menambahkan Pupuk Indonesia pada program Makmur memberi dukungan untuk peningkatan produktivitas tanaman pertanian serta komitmen untuk memastikan ketersediaan pupuk yang dibutuhkan serta turut mengawal budidaya pertanian sehingga pada akhirnya akan didapatkan kenaikan produktivitas dan pendapatan petani.

Baca Juga  Bupati Gresik Apresiasi Kepedulian PT. Petrokimia Gresik Bantu Warga Bawean

Di tepat yang sama Bupati Malang, M. Sanusi, berharap peningkatan produktivitas tebu bisa mencapai 250 ton/hektare seperti 30 tahun yang lalu sehingga perlu bibit yang tepat serta pemulihan kesuburan tanah sawah di daerah tersebut. Juga tidak kalah pentingnya, ada peningkatan rendemen.

“Dengan produksi yang meningkat dan rendemen yang tinggi maka otomatis akan dapat meningkatan kesejahteraan petani,” kata Bupati Sanusi. (sat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *