Harga Telur dan Terigu Tinggi, Mendag Perkirakan September Turun

Surabaya, JP – Harga komoditas tepung terigu dan telur yang cukup tinggi sepekan terakhir mendapat perhatian Kementerian Perdagangan. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memperkirakan harga kedua komoditas akan turun pada September 2022 mendatang.

Hal itiu disampaikan Zulkifli Hasan saat meninjau Pasr Dukuh Kupang Surabaya, Minggu (14/8). Mendag sidak didampingi Plt. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Syailendra, Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Didid Noordiatmoko, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur Drajat Irawan, dan Kepala Pasar Dukuh Kupang Farah Soraya.

Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, dalam peninjauan ini ia menemukan harga telur dan terigu naik hingga 6 persen. Ia memprediksi, harga kedua barang kebutuhan tersebut akan turun di bulan September.

“Memang ada kenaikan, telur ayam Rp31.000/kg dan tepung terigu Rp11.000/kg. Terigu kemarin memang naik sedikit sekitar 5—6 persen, tapi September nanti sudah panen raya sehingga diprediksi akan turun harganya,” ujar dia.

Berdasarkan pantauan Zulhas, harga bapok (bahan pokok) di Pasar Dukuh Kupang per 14 Agustus 2022 masih normal dan cenderung turun. Beberapa komoditas yang harganya stabil yaitu beras medium Rp10.000/kg, beras premium Rp12.000/kg, gula pasir Rp13.000/kg, daging sapi Rp120.000/kg, bawang putih kating Rp28.000, dan minyak goreng kemasan premium Rp18.000—20.000/lt.

Baca Juga  Menteri LHK Siti Nurbaya Beri Apresiasi CSR PT Smelting Berbasis Lingkungan

Sementara itu, Komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu cabai merah keriting Rp60.000/kg, cabai merah besar Rp60.000/kg, daging ayam ras Rp31.000/kg, dan bawang merah Rp30.000/kg.

“Hasil pantauan menunjukkan harga komoditas bapok rata-rata stabil. Komoditas yang mengalami penurunan dibanding minggu lalu yaitu daging ayam ras, cabai, dan bawang merah,” imbuh Zulhas.

Selain itu, Mendag juga menemukan produk minyakita dan minyak goreng kemasan yang dijual sesuai harga eceran tertinggi Rp14.000/lt. Mendag mengungkapkan, hingga 10 Agustus 2022, pendistribusian produk kemendag tersebut ke Jawa Timur telah lebih dari 4,3 juta liter. Mendag Zulkifli Hasan menegaskan, Kemendag terus berupaya melakukan pemerataan produk ke seluruh daerah di Indonesia.

“Persediaan minyak di sini sudah banyak, terutama minyak dalam kemasan dan sudah bagus. Pengiriman MINYAKITA di Jawa Timur juga sudah dilakukan, namun memang perlu dilakukan pemerataan distribusinya ke seluruh pasar, baik di Jawa Timur maupun di daerah-daerah lainnya di Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga  Mendag Zulhas : Besok Saya Akan Musnahkan Pakaian Bekas Impor di Mojokerto

Kementerian Perdagangan juga telah bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan menyalurkan sebanyak 1.200 ton atau 1,32 juta liter minyakita Pada 11 Agustus 2022 melalui Pelabuhan Tanjung Priok disalurkan 40 kontainer atau sekitar 700 ton dengan tujuan Kupang sebanyak 21 kontainer atau 351,5 ton, Timika 6 kontainer atau 100,5 ton, dan Merauke sebanyak 13 kontainer atau 217,7 ton, termasuk sebelumnya juga BKP telah mengirimkan minyakita ke Papua Barat sebanyak 271 ton (301.000 liter) dan ke Papua 245 ton (272.000 liter).

Zulhas mengklaim, hasil dari peninjauannya di Pasar Dukuh Kupang telah sesuai dengan data yang disajikan oleh Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan di 216 pasar di seluruh Indonesia, harga minyak goreng curah secara rata-rata untuk Jawa-Bali telah di bawah HET Rp14.000. Per 12 Agustus 2022, harga minyak goreng curah Jawa- Bali Rp12.895/liter atau urun 3,72 persen jika dibandingkan bulan lalu.

Baca Juga  Pemkab Magetan Raih Penghargaan Tertub Ukur dari Kemendag

Sementara, rata-rata harga nasional minyak goreng curah telah mencapai level harga Rp14.000– 14.100/liter, turun sebesar 8,63 persen dibandingkan bulan lalu. Rata-rata harga di seluruh provinsi juga menunjukkan tren penurunan, seperti di wilayah Sumatra Rp13.166/lt; Sulawesi Rp13.592/lt; Kalimantan Rp13.821/lt; serta Maluku dan Papua sebesar Rp18.533/lt.

Adapun harga minyak goreng curah di wilayah selain pulau Jawa-Bali, Sumatra, dan Kalimantan yang masih belum sesuai HET menggambarkan adanya tantangan logistik yang dihadapi dalam proses pendistribusian minyak goreng curah rakyat di Indonesia bagian timur.

Minyak goreng curah rakyat (MGCR) sudah tersedia di 19.250 pengecer mitra Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE) yang tersebar di 278 kabupaten/kota di 27 provinsi dengan tanda khusus/spanduk HET. (sat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *