Ekspor Industri Kawasan Berikat Capai 8,7 Miliar Dollar AS

Jakarta, JP – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mencatat, Juli 2022 ini perusahaan Kawasan Berikat (KB) dan fasilitas fiskal Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) sudah berkontribusi ke ekspor nasional sebesar 36,27%. Nilai ekspor KB- KITE pada Juli 2022 sebesar 8,7 miliar dollar AS. Nilai ekspor secara kumulatif pada Juli 2022 mencapai 56,99 miliar dollar AS.

Direktur Fasilitas Kepabeanan DJBC Kemenkeu Untung Basuki menyebutkan, Bila dibandingkan dengan posisi Juni 2022 (month-to-month/mtm) turun 2,10%. Nilai ekspor tumbuh 45,47% dibanding Juli 2021. Jika dibandingkan dengan posisi Januari-Juli 2021 terjadi pertumbuhan 23,89%.

“Kalau kita bisa menjaga perusahaan KB KITE ini yang jumlahnya 1.800 paling tidak ekspor kita 40% bisa kita dapatkan. Inilah mengapa pentingnya perusahaan kawasan berikat yang mendapatkan fasilitas baik fasilitas fiskal maupun fasilitas prosedural,” kata Untung.

Baca Juga  Bea Cukai Gresik dan KBRI Jepang Hadirkan Buyer Jepang Temui Pengusaha dan UMKM Lokal

Ditambahkan, untuk nilai impor KB – KITE pada Juli 2022 sebesar 2,55 miliar miliar dollar AS. Nilai ekspor secara kumulatif pada Juli 2022 mencapai 16,67 miliar dollar AS. Bila dibandingkan dengan posisi Juni 2022 (mtm) turun 0,31%. Nilai ekspor tumbuh 19,12% dibanding Juli 2021. Jika dibandingkan dengan posisi Januari-Juli 2021 terjadi pertumbuhan 4,54%.

Menurutnya, hingga 31 Juli 2022 sebanyak 120 Industri Kecil Menengah (IKM) menerima fasilitas fiskal Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) IKM.

“Kita kolaborasi, agar mendukung IKM tetap tumbuh. Dengan Undang Undang CK kita akan mendorong tidak hanya IKM tapi juga UMKM. Dari 120 IKM di seluruh Indonesia, 19 ada di Jawa Barat,” ucap Direktur Fasilitas Kepabeanan DJBC seperti dikutip, Rabu (9/8).

Baca Juga  P-APBD Lamongan Fokus Pembangunan Fisik dan Non Fisik

Dikatakan, data DJBC Kemenkeu, sebanyak 120 industri tersebut terdiri atas industri dengan produsen furnitur, 27 industri produsen barang kerajinan serta 19 industri produsen tekstil, pakaian jadi dan aksesoris. Kemudian 13 industri produsen rambut palsu dan bulu mata palsu, tujuh industri olahan makanan dan minuman serta 18 industri produsen barang lainnya.

Sedangkan jika dilihat berdasarkan lokas 120 industri ini dua di Sumatera Utara, satu di Kalimantan Barat, satu di Jakarta, empat di Banten, 19 di Jawa Barat, 16 di Yogyakarta, dua di Jawa Timur, 56 di Jawa Tengah, 17 di Bali dan satu di Nusa Tenggara Barat.

Tren peningkatan penyerapan tenaga kerja KB KITE tahun 2022 menunjukkan optimisme indikasi pulihnya industri KB dan KITE. Tren kontribusi nilai ekspor KB-KITE 2022 secara umum masih menunjukkan tren yang positif. Tren penyerapan tenaga kerja pada perusahaan KB-KITE sampai dengan kuartal II 2022 tumbuh sebesar 14,21% dibanding periode yang sama 2021.

Baca Juga  Kuartal II-2022, Penerimaan Cukai DJBC Jatim II Tembus Rp 36,633 Triliun

“Kita doakan angka ini tetap membaik, karena salah satu tugas kita pada saat covid adalah menjaga perusahaan KB KITE agar jangan sampai melakukan PHK besar-besaran,” pungkas Untung. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *