Bupati Gresik Tekankan Penggunaan E-Katalog

Gresik, JP – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan penggunaan E-Katalog dalam pengadaan barang dan jasa di jajaran Pemkab Gresik.

Hal itu disampaikan Bupati Gresik saat berbicara di hadapan  kepala desa, BPD, dan perangkat desa dari 17 desa di Kecamatan Wringinanom mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa se-Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, di Hotel Batusuki, Sabtu (23/7) malam.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan 2 hal penting yang berhubungan satu dengan yang lain, yakni penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) dan e-katalog.

“Sustainable Development Goals (SDGs) pada intinya adalah menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berkelanjutan, yang satu caranya adalah lewat dana desa yang digunakan untuk pembangunan di desa agar masyarakatnya sejahtera lewat penggunaan e-katalog. SGDs adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan disisi lain e-katalog menjadi suatu strategi,” ujar Bupati Yani.

Baca Juga  Pemkab Sidoarjo Salurkan Bansos Untuk Ojol Rp4,6 M

“e-katalog ini menjadi formula yang sangat luar biasa dengan memberikan kesempatan tetangga kanan kiri kita, jadi _sampeyan_ bisa membantu mereka. Caranya adalah dengan mengajak tetangga kanan kiri kita yang memiliki usaha tersebut untuk mendaftarkan usahanya ke dalam e-katalog. Daftarnya sangat mudah, lewat online dan saat ini sudah sangat dipermudah syarat-syaratnya. Kalau sudah terdaftar di e-katalog, maka pembelanjaan kebutuhan desa bisa membeli barang-barang tersebut,” sambungnya.

Dengan besarnya manfaat yang didapat melalui e-katalog tersebut, maka Bupati Gresik Yani dengan tegas berpesan agar penggunaan dana desa bisa dialokasikan 10-20% untuk pembelajaan lewat e-katalog.

Terkait SDGs, Bupati yani mengatakan bahwa untuk saat ini diprioritaskan 4 variabel dari 17 variabel yang ada, yakni infrastruktur, lingkungan, sosial, dan tata kelola hukum dan pemerintahan.

Baca Juga  Kabupaten Sidoarjo Kembali Raih Piala Adipura

“Dari 4 variabel tersebut, diperlukan lagi identifikasi di masyarakat untuk bisa menentukan seperti apa kebutuhan masyarakat di lapangan. Oleh karenanya, saya berharap desa digital sudah menjadi suatu kewajiban kita semua. Desa digital ini diharapkan diimbangi dengan perbaikan data, data apapun terkait masyarakat dan tentunya yang update,” pungkasnya.

Disamping paparan dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, acara Bimtek tersebut juga diisi dengan paparan dari narasumber baik dari internal pemkab maupun eksternal. Diantaranya adalah Kepala Inspektorat Pemerintah Kabupaten Gresik, Edy Hadisiswoyo, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gresik, Abu Hassan. Dari Polres Gresik hadir Kanit Tipikor Satreskim Polres Gresik, Ipda I Ketut Riasa, dan Alifin Nurahmana Wanda selaku Kasi Pidsus Kejari Gresik. (sat)

Baca Juga  Kadin Jatim Kerjasama Alih Teknologi Pertanian dengan AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *