Biaya Sekolah Picu Inflasi Kota Malang 0,72 Persen

Malang, JP – Inflasi Kota Malang pada Juli sebesar 0,72 persen, ternyata salahsatunya dipicu oleh tingginya biaya sekolah. Dari lima komoditas menjadi pemicu naiknya inflasi di Kota Malang kenaikan tarif uang sekolah menengah atas (SMA) menjadi penyebab.

Sementara empat komoditas lain yakni angkutan udara, kue kering berminyak, bawang merah dan cabai merah. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Malang, Samsun Hadi Selasa (2/8).

Sebelumnya Samsun mengurai berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2022 mengalami inflasi sebesar 0,76 persen (mtm); 4,74 persen(ytd) dan 5,99 perseb (yoy).

“Pada bulan sebelumnya (Juni) mengalami inflasi sebesar 0,61 persen (mtm); 3,95 persen (ytd) dan 5,30 persen (yoy),” ujarnya.

Baca Juga  Pemkot Malang Gelar Lomba Desain Logo HUT ke 109

Inflasi Kota Malang sendiri terealisasi lebih tinggi dari Jawa Timur dan Nasional yang masing-masing tercatat sebesar 0,61 persen (mtm) dan 0,64 persen (mtm).

“Perkembangan inflasi Juli 2022 dipengaruhi oleh peningkatan inflasi di seluruh kelompok pengeluaran,” terangnya.

Menurutnya, terdapat tiga kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar yakni kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran, transportasi, serta kelompok makanan, minuman dan tembakau.

“Andil ketiga kelompok di atas secara berurutan antara lain 0,21% (mtm), 0,15% (mtm) dan 0,15% (mtm),” imbuhnya.

Sementara itu berdasarkan komoditas, inflasi di Kota Malang terutama didorong lima komoditas yang menjadi penyumbang inflasi terbesar. Kelimanya antara lain, tarif uang sekolah menengah atas (SMA) dengan andil sebesar 0,12% (mtm), dan angkutan udara 0,12% (mtm).

Baca Juga  Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Beasiswa, Yuk Buruan Daftar

Tiga komoditas lain yakni kue kering berminyak 0,10% (mtm), bawang merah 0,10% (mtm) dan cabai merah 0,05% (mtm).

“Kenaikan tarif uang sekolah SMA ini seiring dimulainya tahun ajaran baru pada bulan Juli. Untuk tingkat SMP dan SD kan masih digratiskan oleh Pemerintah,” kata Samsun lagi.

Meski demikian,.Samsun menyebut nflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi pada berbagai komoditas. “Komoditas antara lain minyak goreng dengan andil -0,10% (mtm), bayam -0,03% (mtm), ikan mujair -0,02% (mtm), pisang -0,02% (mtm) dan tongkol diawetkan -0,02% (mtm),” jelas pria kelahiran Pasuruan ini.

Adapun kebijakan BI Malang mendatang, Samsun mengatakan tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah.

Baca Juga  Kendalikan Harga Minyak, Pemkot Malang Gencarkan OP Minyak Goreng

“Baik, pemerintah pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi berada dalam kisaran sasaran 3,0±1% pada 2022,” tegasnya. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *