Banyuwangi Kembali Gelar Ritual Adat Seblang Bakungan

Banyuwangi, JP – Ritual adat tarian Seblang Bakungan ini kembali digelar untuk masyarakat umum setelah dua tahun tidak menerima tamu karena pandemi COVID-19. Ribuan warga Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah Banyuwangi berkumpul mengikuti atraksi tarian yang dibawakan oleh Mbah Supani (72) Minggu malam.

Tradisi seblang bakungan ini merupakan rangkaian tarian yang dibawakan oleh wanita tua dalam kondisi trance (kesurupan). Dalam ritualnya, setelah pawang membacakan mantra, penari seblang langsung kerasukan roh dan menari mengikuti irama gending yang mengiringinya. Uniknya, penari adalah orang yang sudah tua dan diyakini telah menopause.

Lukman Hakim, Ketua Panitia Pelaksana Ritual Seblang Bakungan menjelaskan bahwa ritual adat seblang dimulai sesaat setelah warga melakukan selamatan yang menunya pecel pitik. Usai selametan, kemudian penari masuk ke pentas yang ditempatkan di depan balai sanggar atau balai dusun di lingkungan setempat.

Baca Juga  PLN Nyalakan Bantuan Listrik 453 Warga Tidak Mampu di Malang

Wanita tua itu kemudian dibacakan mantra-mantra oleh sesepuh adat dan langsung tidak sadarkan diri dan kemudian menari dalam keadaan trans selama kurang lebih empat jam mengikuti irama gending – gending dan syair-syair yang di bawakan sinden.

Sembari memegang keris di kedua tangannya, penari tua itu menarikan gerakan-gerakan magis yang membuat ritual ini menjadi tontonan menarik dan mampu menghipnotis para tamu.

“Selain untuk melestarikan tradisi leluhur, ini juga cara warga kami untuk merawat gotong royong. Warga bersama-sama menyiapkan tradisi ini,” kata Lukman.

Menurut Lukman, sebagai rangkaian dalam ritual tradisi seblang kali ini sangat meriah, karena juga digelar bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tenda UMKM berjajar rapi di sepanjang jalan menuju arena pertunjukkan seblang bakungan dilaksanakan.

Baca Juga  Percantik Kota, Ponorogo Pasang Lampu Menara Merak

“Bazar UMKM ini dikemas dalam satu rangkaian event ritual adat seblang bakungan dengan melibatkan pelaku UMKM setempat,” jelasnya.

Dalam bazar ini, para pelaku UMKM menjual dagangannya mulai dari jajanan tradisional hingga kue kekinian. Tak hanya makanan, produk fashion pun turut meramaikan bazar, seperti batik, kaos lokal brand dan juga kerajinan tangan. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *