Bank BTPN Catat Pertumbuhan Kredit 10 Persen di Semester I

Jakarta, JP – PT Bank BTPN Tbk (BTPN)  mencatat pertumbuhan kredit perseroan 10% (yoy) menjadi Rp 149,25 triliun di SemesterI/2022. Pada saat yang sama bank juga membukukan laba bersih Rp 1,93 triliun pada semester I-2022, tumbuh tipis 2% secara tahunan (year on year/yoy).

Plt Direktur Utama BTPN, Kaoru Furuya mengungkapkan, tiga tahun sejak penggabungan (merger), fokus perusahaan adalah mewujudkan aspirasi untuk mengembangkan bisnis melalui sinergi dan kolaborasi. Pertumbuhan dilakukan secara organik dan anorganik melalui pemanfaatan teknologi.

“Pencapaian sampai semester I-2022 ini adalah upaya perusahaan dalam pengembangan bisnis dengan turut menjaga kehati-hatian,” ujar Kaoru pada virtual media briefing paparan kinerja Bank BTPN semester I-2022 di Jakarta, Selasa (2/8).

Dia mengatakan, BTPN akan menjaga performa seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mencapai 5% yang merupakan angka normal sebelum Covid-19. Perusahaan berkomitmen mendukung berbagai sektor industri, baik yang telah mampu menunjukkan geliat pertumbuhan maupun dalam masa pemulihan.

Baca Juga  MPX Go Kembangkan Sistem Hemat Biaya

“Poin utama dari pertumbuhan yang berkelanjutan adalah memberikan layanan yang berbeda pada masing-masing segmen. Kami mencoba memberikan solusi layanan pada tingkatan baru secara cross sell karena kami memiliki segmen koperasi, UMKM, dan ritel,” papar Kaoru.

Sementara itu, Direktur Bank BTPN, Hanna Tantani menerangkan, pertumbuhan kredit sebesar 10% menjadi Rp 149,25 triliun turut mendorong total aset naik 11% menjadi Rp 195,46 triliun pada semester I-2022. BTPN akan menjaga pertumbuhan itu terjaga sampai akhir tahun.

“Tentunya kami akan tetap menjaga momentum kredit sampai akhir tahun. Jadi, sampai dengan first half, BTPN sudah tumbuh 10%, tentu saja ini momentum yang ingin kami pertahankan untuk selanjutnya di semester II-2022,” tegas dia.

Baca Juga  PT Saraswanti Raih Penghargaan dari DJP Kanwil Jawa Timur

Hanna Tantani menjelaskan, dana pihak ketiga (DPK) BTPN tumbuh 7% (yoy) menjadi Rp 103,17 triliun pada semester I-2022. Giro dan tabungan (CASA) mencapai Rp 38,92 triliun, meningkat 38%. Sedangkan deposito susut 6% menjadi Rp 64,24 triliun. Dengan demikian, rasio CASA perusahaan naik dari 29,3% menjadi 37,7%.

Dengan kinerja tersebut, menurut Hanna, perseroan mengantongi pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp 5,72 triliun, tumbuh 3% (yoy) di semester I-2022, kendati margin bunga bersih (net interest margin/NIM) turun 42 bps menjadi 6,34%.

Adapun beban operasional, kata dia, naik 2% (yoy) menjadi Rp 3,50 triliun. Begitu pula biaya kredit (cost of credit/CoC) naik 6% menjadi Rp 740 miliar. Alhasil, laba bersih BTPN tumbuh 3% menjadi Rp 1,93 triliun pada semester I-2022.

Baca Juga  Penyaluran Kredit Perbankan di Malang Tumbuh 12 Persen

Hanna Tantani mengemukakan, untuk mengoptimalkan perolehan laba pada sisa waktu tahun ini, BTPN tetap menjaga momentum pertumbuhan kredit agar NII dapat dicapai maksimal. Di samping itu, beban bunga akan dikelola lebih baik seiring indikasi peningkatan suku bunga.

“Upaya kami adalah dengan menyajikan fitur-fitur baru untuk mengundang dana masuk, sehingga tidak melulu menarik dana dengan membayar melalui interest expense. Jadi, itu strategi untuk menjaga NIM dan NII kami,” ujar dia.

Hanna menambahkan, BTPN juga fokus menggenjot pendapatan berbasis komisi (fee based income) dengan terus memperkenalkan fitur baru pada aplikasi Jenius. Platform ini dipercaya bisa membawa fee based income lebih baik untuk juga mendukung pos pendapatan operasional BTPN hingga akhir tahun ini. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *