JATIMPEDIA, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menyebutkan Perum Bulog akan membeli beras dari pabrik yang menyerap gabah petani sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) senilai Rp6.500 per kilogram.
Zulkifli Hasan usai panen padi di Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin, mengatakan pemerintah sedang menyelesaikan perjanjian antara Bulog dengan pabrik-pabrik beras yang ada di seluruh Indonesia.
Dalam perjanjian itu pabrik diwajibkan membeli gabah dari petani dengan harga minimal Rp6.500 per kilogram.
Baca juga: 184 Ribu Keluarga Penerima Manfaat di Surabaya Terima Bantuan Pangan
“Bagi pabrik yang tidak membeli gabah petani dengan harga Rp6.500 maka Bulog tidak akan bisa membeli beras itu sehingga Bulog akan langsung membeli gabah dari petani,” katanya.
Kemudian, pemerintah memastikan HPP gabah senilai Rp6.500 per kilogram menjelang musim panen raya yang diperkirakan pada bulan Februari. Untuk, puncak panen raya diperkirakan terjadi pada bulan April.
Baca juga: Bulog Madiun Distribusikan Bantuan Pangan Bagi 11.625 Penerima Manfaat
“Bulan Febuari akan masuk panen raya. Untuk puncaknya pada bulan Maret dan April, sehingga tugas penting pemerintah adalah memastikan membeli gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram melalui Bulog,” ujarnya.
Zulhas mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi langsung untuk memastikan harga gabah tetap berada di atas HPP, terutama menjelang dan selama musim panen raya.
Baca juga: Gempa NTT, Bulog Salurkan 10 Ton Beras dan Minyak Goreng Bantu Korban
“Ini pesan dari Presiden Prabowo kemarin malam, jangan sampai menjelang panen raya gabah harganya jatuh di bawah HPP, yakni Rp6.500,” kata dia.(raf)
Editor : Ferdian