Probolinggo, JP - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan kepada jajaran organisasi perangkat daerah pemerintah provinsi setempat untuk membangun jembatan gantung yang putus di Kabupaten Probolinggo dengan dana belanja tidak terduga (BTT).
Musibah putusnya jembatan gantung di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo direspons cepat oleh Khofifah yang turun langsung meninjau jembatan guna memastikan penanganan, baik di sisi rekonstruksi jembatan dan menjenguk korban yang sedang dirawat di RSUD Waluyo Jati, Jumat sore.
Baca juga: Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kalbar, Berhasil Catatkan Transaksi Rp 2,529 Triliun
"Saya sudah meminta jajaran OPD terkait untuk segera meng-exercise upaya-upaya penyiapan jembatan gantung pengganti. Insya Allah dimungkinkan dengan BTT Pemprov Jatim karena jembatan gantung ada di E-Catalogue," ujarnya saat meninjau jembatan gantung yang putus di Kabupaten Probolinggo.
Pihaknya telah menginstruksikan jajaran OPD terkait di antaranya Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Sumber Daya Air dan BPBD Jatim untuk melakukan excercise mendalam utamanya penyiapan jembatan gantung pengganti.
Baca juga: Hore Naik Transjatim Cuma Bayar Rp 81 Periode 11-17 Agustus 2026
"Hal itu mengingat jembatan tersebut merupakan penghubung masyarakat dari Pajarakan ke Kraksaan. Opsi penggunaan dana BTT bisa menjadi solusi cepat guna penanganan yang efektif bagi pemulihan koneksitas warga Pajarakan dan Kraksaan," tuturnya.
Selain itu, Khofifah juga memastikan bahwa pemberian layanan kesehatan bagi seluruh korban harus benar-benar optimal.
Baca juga: Deninta dan Akhdan Dinobatkan sebagai Raka-Raki Jawa Timur 2026
Mantan Menteri Sosial itu secara khusus menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono agar dilakukan assesmen secara menyeluruh terhadap jembatan gantung yang ada di kabupaten setempat. (sat)
Editor : Aries W