OJK Dukung Penguatan Industri Batik Banyuwangi melalui Kolaborasi BBF dan BIK

Reporter : Satriyo
Penyelenggaraan Banyuwangi Batik Festival (BBF) meramaikan program Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang digelar OJK

JATIMPEDIA, Banyuwangi - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember terus mendorong pengembangan industri kreatif batik di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi penyelenggaraan Banyuwangi Batik Festival (BBF) dengan program Bulan Inklusi Keuangan (BIK).

Kepala Kantor OJK Jember, Aris Budiman, mengatakan sinergi kedua kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem usaha batik, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, serta membuka kesempatan pasar yang lebih luas bagi perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Baca juga: Konjen AS Jajaki Potensi Kerja Sama, Tertarik dengan Pariwisata dan UMKM Banyuwangi

Menurutnya, penggabungan BBF dan BIK merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan layanan keuangan, terutama di kalangan pelaku industri kreatif.

Aris menjelaskan, pengembangan industri batik tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh para perajin. Diperlukan dukungan dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, hingga masyarakat sebagai pengguna sekaligus konsumen produk lokal.

Ia mengibaratkan proses produksi batik yang memerlukan beragam bahan, seperti kain, pewarna, dan perlengkapan pendukung lainnya. Hal serupa juga berlaku dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan yang membutuhkan sinergi banyak pihak.

"Keterlibatan berbagai pihak sangat diperlukan, mulai dari OJK, Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan hingga pemerintah daerah," ujarnya.

Baca juga: Geopark Ijen Raih Green Card UNESCO, Status Geopark Dunia Berhasil Dipertahankan

Aris berharap kolaborasi antara Bulan Inklusi Keuangan dan Banyuwangi Batik Festival dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Terlebih, kerja sama tersebut telah berlangsung selama dua kali dan diharapkan semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Banyuwangi.

Pada tahun ini, Banyuwangi Batik Festival kembali diselenggarakan di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan pada 6-8 November 2026. Festival tersebut mengangkat motif batik Sabuk Mangir Latar Ukel sebagai tema utama.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyampaikan bahwa Banyuwangi Batik Festival kini tidak sekadar menjadi ajang untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah, tetapi juga berkembang sebagai wadah pelestarian warisan budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, penyelenggaraan festival tersebut memiliki dua tujuan penting, yakni menjaga eksistensi budaya batik Banyuwangi dan mendorong peningkatan kesejahteraan para perajin serta pelaku UMKM yang terlibat dalam industri tersebut.

Melalui penyelenggaraan BBF, pemerintah daerah berharap batik Banyuwangi semakin dikenal luas sekaligus mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif dan keberlangsungan usaha para perajin lokal.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru