JATIMPEDIA, Pandeglang – Pelabuhan mungkin bukan tempat yang akrab bagi sebagian siswa di Kabupaten Pandeglang, Banten. Namun, di balik aktivitas kapal dan bongkar muat barang, terdapat beragam profesi dan peluang karier yang dapat menjadi bagian dari masa depan generasi muda. Perspektif inilah yang dibagikan Yogi Firdaus saat kembali ke sekolah tempat ia pernah menuntut ilmu.
Melalui Program Pelindo Mengajar, Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PT Pelindo Terminal Petikemas tersebut berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada 125 siswa kelas X hingga XII SMA Negeri 1 Pandeglang, Jumat (6/11). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Yogi untuk memperkenalkan industri kepelabuhanan sekaligus memotivasi siswa agar berani bermimpi dan mempersiapkan masa depan.
Baca juga: Pelindo Tambah Buffer Area di Tanjung Perak, Kapasitas Parkir Truk Logistik Tembus 370 Unit
Dalam pemaparannya, Yogi menjelaskan bahwa pelabuhan bukan sekadar tempat kapal bersandar dan bongkar muat barang, melainkan bagian penting dari rantai logistik nasional. Operasionalnya melibatkan berbagai bidang pekerjaan, mulai dari operasional terminal, teknik, teknologi informasi, keuangan, sumber daya manusia, hingga komunikasi.
Beragam profesi tersebut menunjukkan bahwa industri kepelabuhanan membutuhkan keahlian dari berbagai latar belakang pendidikan. Melalui pengenalan ini, siswa diharapkan semakin terbuka dalam melihat pilihan karier dan memahami pentingnya mengembangkan kompetensi sejak dini.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme para siswa yang ingin mengenal lebih dekat dunia kepelabuhanan. Salah seorang siswi kelas X-4, Salwa Nadzhela Al Hikmat, mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Awalnya saya mengira pelabuhan hanya tempat kapal penumpang dan kapal barang bersandar. Setelah mengikuti Pelindo Mengajar, saya jadi tahu bahwa ternyata banyak sekali peran yang terlibat di dalamnya. Ada berbagai pekerjaan dan keahlian yang dibutuhkan agar seluruh aktivitas pelabuhan bisa berjalan dengan baik. Ternyata dunia kepelabuhanan jauh lebih luas dari yang saya bayangkan sebelumnya,” ujar Salwa.
Inspirasi juga dirasakan Vino Andhika, siswa kelas XI-1 Kesehatan. Ia mengaku bangga melihat putra daerah Pandeglang seperti Yogi dapat menduduki posisi strategis di perusahaan BUMN. Pengalaman tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
“Kehadiran Pak Yogi di sekolah kami benar-benar memberikan inspirasi. Saya merasa tertantang karena ternyata putra asli Pandeglang juga bisa menjadi salah satu pimpinan di industri kepelabuhanan Indonesia. Dari kegiatan ini, saya semakin membulatkan tekad untuk belajar lebih giat dan mempersiapkan diri agar suatu saat nanti bisa mengikuti jejak Pak Yogi, berkarier di BUMN, dan memberikan kontribusi bagi Indonesia,” ungkap Vino.
Yogi Firdaus mengatakan, Pelindo Mengajar merupakan bentuk kontribusi insan Pelindo dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda. Pengenalan dunia industri sejak bangku sekolah diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
“Melalui Pelindo Mengajar, kami ingin siswa mengenal lebih dekat dunia kepelabuhanan dan memahami bahwa di balik aktivitas sebuah pelabuhan terdapat banyak profesi, keahlian, serta peluang. Saya berharap pengalaman yang dibagikan hari ini dapat menjadi inspirasi bagi mereka untuk berani bermimpi, mengenali potensinya, dan mempersiapkan diri melalui pendidikan serta kemauan untuk terus belajar,” kata Yogi.
Kepala SMA Negeri 1 Pandeglang, Jubaedi, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan baru kepada siswa mengenai industri kepelabuhanan, peran BUMN, serta kontribusi Pelindo bagi perekonomian nasional.
“Kami merasa bangga dan mengapresiasi kehadiran Pak Yogi di sekolah kami. Banyak sekali wawasan dan pengalaman yang dibagikan kepada anak-anak. Kami melihat para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan memiliki cita-cita yang lebih tinggi,” ungkap Jubaedi.
Baca juga: Pelindo Dorong Ekonomi Warga Pesisir Surabaya Lewat Inovasi Pengolahan Limbah Cangkang Kerang
Selain kegiatan edukasi, Pelindo Terminal Petikemas juga menyalurkan bantuan perbaikan lapangan olahraga SMA Negeri 1 Pandeglang melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bantuan ini diharapkan dapat mendukung aktivitas olahraga serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa.
Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam berkontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Upaya ini sejalan dengan Asta Cita poin keempat, khususnya penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.
Program Pelindo Mengajar telah dilaksanakan sejak 2022. Hingga 6 November 2026, program ini telah menjangkau 13 sekolah dengan total 1.925 siswa di berbagai daerah di Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, insan Pelindo Terminal Petikemas hadir langsung untuk berbagi pengalaman profesional sekaligus memperkenalkan dunia kepelabuhanan kepada generasi muda.
Melalui Pelindo Mengajar, Pelindo Terminal Petikemas berharap semakin banyak generasi muda yang berani bermimpi dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Sebab, kesempatan untuk berkontribusi bagi bangsa terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang dari mana mereka berasal.
Editor : Arif