JATIMPEDIA, Surabaya - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa menyiapkan fasilitas penampungan sementara atau buffer area baru di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Berlokasi di Jalan Teluk Lampung, Perak Barat, fasilitas ini ditujukan untuk mengurangi antrean kendaraan logistik sekaligus menekan praktik parkir liar di sepanjang jalan sekitar pelabuhan.
Buffer area tersebut dirancang memiliki kapasitas sekitar 50 hingga 70 unit truk. Kehadirannya akan menambah jumlah fasilitas penyangga kendaraan menjadi empat titik di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak.
Baca juga: Pertamina Pulihkan Aset Tanah Senilai Rp28 Miliar di Surabaya, Hasil Sinergi dengan Kejati Jatim
Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan penambahan fasilitas ini merupakan langkah untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan angkutan barang yang selama ini kerap terjadi di kawasan pelabuhan.
"Penambahan buffer area ini merupakan langkah antisipatif kami untuk mengurangi parkir truk di bahu jalan kawasan Perak," ujar Purwanto, Jumat (6/11/2026).
Menurutnya, buffer area Teluk Lampung akan dilengkapi sistem sirkulasi kendaraan yang terintegrasi untuk mencegah penumpukan di jalan utama. Truk logistik nantinya diarahkan masuk melalui Jalan Perak Barat dan keluar melalui jalur Prapat Kurung.
Pembangunan fasilitas tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga delapan bulan hingga selesai.
Purwanto menjelaskan, kebutuhan buffer area semakin mendesak seiring meningkatnya volume kendaraan pengangkut muatan kapal roll on-roll off (RoRo). Sebelumnya, banyak truk terpaksa menunggu jadwal keberangkatan kapal dengan memanfaatkan bahu jalan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.
Melalui fasilitas baru ini, kendaraan logistik dapat menunggu di area penampungan resmi dan baru diarahkan menuju terminal ketika jadwal open gate telah tiba.
Saat ini, Pelindo telah mengoperasikan tiga buffer area di kawasan Tanjung Perak, yakni Area Kalimas Pos 3–4, Area Kalimas Pos 5, dan Area Prapat Kurung. Ketiga lokasi tersebut memiliki kapasitas gabungan sekitar 250 hingga 300 unit truk.
Baca juga: Pelindo Dorong Ekonomi Warga Pesisir Surabaya Lewat Inovasi Pengolahan Limbah Cangkang Kerang
Dengan tambahan fasilitas Teluk Lampung, total kapasitas penampungan kendaraan logistik diproyeksikan meningkat menjadi 300 hingga 370 unit truk.
Pelindo berharap penambahan infrastruktur tersebut dapat memperbaiki pengaturan arus kendaraan, mengurangi parkir di bahu jalan, serta mendukung kelancaran aktivitas logistik di Pelabuhan Tanjung Perak.
"Kami mengimbau para pengemudi dan pengusaha angkutan barang agar memanfaatkan fasilitas resmi yang tersedia," pungkas Purwanto.
Editor : Rizky