JATIMPEDIA, Situbondo - Pelabuhan Panarukan yang memiliki nilai sejarah panjang di Kabupaten Situbondo berpeluang dikembangkan menjadi kawasan wisata dan pusat ekonomi kreatif. Rencana tersebut diwujudkan melalui kerja sama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset pelabuhan.
Kolaborasi kedua pihak ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama di Pendopo Rakyat Situbondo, Rabu (28/10/2026).
Baca juga: Pelindo Dorong Ekonomi Warga Pesisir Surabaya Lewat Inovasi Pengolahan Limbah Cangkang Kerang
Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, menyambut positif inisiatif Pemkab Situbondo. Menurutnya, meskipun Pelabuhan Panarukan sudah lama tidak aktif melayani kegiatan bongkar muat, kawasan tersebut masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sebagai tindak lanjut kesepakatan, Pelindo bersama pemerintah daerah akan membentuk tim gabungan untuk mengkaji potensi pengembangan kawasan, termasuk kondisi aset, kebutuhan infrastruktur, dan peluang pemanfaatannya.
“Setelah penandatanganan kesepakatan bersama ini, kami akan menindaklanjutinya dengan membentuk tim bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk mengkaji rencana pengembangan, termasuk kebutuhan, kondisi, serta potensi aset pelabuhan,” ujar Purwanto melalui keterangan tertulis kepada RRI, Kamis (5/11/2026).
Pelindo juga membuka peluang dukungan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), khususnya untuk pemberdayaan UMKM. Dengan demikian, kawasan pelabuhan diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata baru, tetapi juga ruang publik dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan Pelabuhan Panarukan memiliki nilai historis penting sebagai titik akhir jalur bersejarah Anyer–Panarukan. Potensi tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah daerah dalam merancang pengembangan kawasan.
Sejumlah gagasan telah disiapkan, di antaranya pembangunan jogging track, sentra kuliner, hingga kawasan tepi laut atau waterfront yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik.
“Pelabuhan lama Panarukan ini kami harapkan dapat bertransformasi menjadi pusat ekonomi kreatif dan wisata. Kami ingin menghidupkan kembali potensi sejarah yang dimiliki Panarukan, sekaligus menjadikannya kawasan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Yusuf Rio.
Baca juga: Terminal Teluk Lamong Borong Empat Penghargaan di Ajang Indonesia CSR Brilliance Award 2026
Ke depan, Pelindo dan Pemkab Situbondo akan menyusun rencana kerja bersama yang mencakup inventarisasi aset, kajian infrastruktur, serta penentuan skala prioritas pembangunan.
Pengembangan tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali kawasan Pelabuhan Panarukan sekaligus membuka peluang usaha, memperkuat sektor pariwisata, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Situbondo.
Editor : Taufiq