JATIMPEDIA, Surabaya - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir melalui Program Pelindo Teman Nelayan. Kali ini, upaya tersebut diwujudkan dengan mengembangkan keterampilan warga dalam mengolah limbah cangkang kerang menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mengurangi persoalan pencemaran lingkungan pesisir.
Bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Jawa Timur, Pelindo menggelar Pelatihan Pengolahan Limbah Kerang di Aula Lantai 2 Gedung Sentra Ikan Bulak (SIB), Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta yang terdiri atas anggota Kelompok Pengolahan Limbah Kerang RT 03 Kedung Cowek, masyarakat pesisir, dan pelaku UMKM setempat.
Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan program tersebut diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal. Pengolahan limbah cangkang kerang dipilih karena memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk produktif yang memberikan nilai tambah bagi warga.
"Melalui Program Pelindo Teman Nelayan, kami ingin mendorong masyarakat pesisir agar mampu mengembangkan potensi lokal menjadi kegiatan produktif. Pengolahan limbah cangkang kerang ini tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi, tetapi juga membantu menjaga kebersihan lingkungan pesisir," ujar Purwanto melalui keterangan tertulis kepada RRI, Kamis (5/11/2026).
Program Pelindo Teman Nelayan telah dimulai sejak 2025 dengan dukungan dana sebesar Rp56 juta. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan mesin Hammermill dan Diskmill Custom, peralatan pendukung, pelatihan keterampilan, pengembangan branding produk, hingga penyediaan ruang workshop melalui kerja sama dengan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Surabaya.
Komitmen tersebut berlanjut pada 2026 melalui tambahan dukungan sebesar Rp14,04 juta untuk pelaksanaan pelatihan intensif. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik serta praktisi dunia usaha guna memperkuat pengetahuan dan keterampilan peserta. Dengan demikian, total dukungan Pelindo untuk program tersebut selama 2025–2026 mencapai Rp70,04 juta.
Penanggung Jawab TJSL PT Pelindo Sub Regional Jawa, Sulistianingsih, menjelaskan bahwa limbah cangkang kerang yang menumpuk selama ini menjadi salah satu persoalan lingkungan di kawasan pesisir. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat menimbulkan dampak terhadap kebersihan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.
Baca juga: Terminal Teluk Lamong Borong Empat Penghargaan di Ajang Indonesia CSR Brilliance Award 2026
"Tahun ini kami melanjutkan pelatihan pengolahan limbah, tujuannya agar masyarakat yang ada di sekitar lokasi bisa mendapatkan pengetahuan yang bersifat komprehensif. Ini adalah sebuah inovasi untuk mengubah limbah masif yang menjadi persoalan pesisir menjadi produk bernilai ekonomi tinggi," ungkap Sulistianingsih.
Hasil pendampingan mulai terlihat melalui keberhasilan Kelompok Pengolahan Limbah Kerang RT 03 Kedung Cowek memproduksi tepung berbahan dasar cangkang kerang. Saat ini, produk tersebut tengah menjalani proses pengurusan izin edar sebagai salah satu tahapan sebelum dipasarkan secara lebih luas.
Inisiatif ini mendapat apresiasi dari Kepala Perwakilan IZI Jawa Timur, Helmy Bachtiar. Ia menilai kolaborasi Pelindo dan IZI telah menghadirkan program pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat pesisir di kawasan Kenjeran, khususnya dalam membuka peluang ekonomi berbasis pengelolaan limbah.
Baca juga: Arus Peti Kemas Pelindo Tumbuh 5,80 Persen Tembus 10,3 Juta TEUs
"Kami sangat mengapresiasi langkah yang sangat luar biasa ini karena manfaat yang dihasilkan pasca pelatihan. Tentu kami berharap masyarakat pesisir tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri menjadi peluang usaha produktif demi kemandirian ekonomi keluarga," ujar Helmy.
Pelaksanaan program ini turut didukung berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kecamatan Bulak, Kelurahan Kedung Cowek, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Surabaya, hingga pengelola Sentra Ikan Bulak.
Melalui keberlanjutan program tersebut, Pelindo optimistis Kedung Cowek dapat berkembang menjadi sentra pengolahan limbah kerang unggulan di Surabaya Utara. Selain membantu mengatasi persoalan limbah pesisir, pengembangan usaha ini diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Editor : Arif