JATIMPEDIA, Banyuwangi - Perairan Selat Bali menyimpan potensi perikanan yang beragam, salah satunya ubur-ubur yang menjadi komoditas musiman bernilai ekonomi. Hasil tangkapan nelayan Banyuwangi ini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga dikirim ke sejumlah negara, seperti China, Taiwan, dan Malaysia.
Saat musim panas, populasi ubur-ubur di perairan tersebut meningkat sehingga hasil tangkapan nelayan melimpah. Dalam sekali melaut, kapal nelayan berukuran kecil bahkan mampu memperoleh sekitar 1 hingga 3 ton ubur-ubur.
Baca juga: Hingga Oktober 2026 Angka Kemiskinan Banyuwangi Turun jadi 5,6 Persen
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, mengatakan kemunculan ubur-ubur sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Komoditas tersebut umumnya lebih mudah ditemukan ketika memasuki musim panas.
“Biasanya, ubur-ubur muncul saat cuaca panas,” ujar Suryono, Selasa (3/11/2026).
Setelah ditangkap, ubur-ubur hasil nelayan dijual kepada pengepul di kawasan Muncar. Para pengepul kemudian menampung dan menyalurkan komoditas tersebut untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
“Ada pembelinya, ada pengepul yang menampung ubur-ubur dari nelayan,” jelasnya.
Baca juga: Dukung Angkutan Nataru, ASDP Bebaskan Biaya Kepelabuhanan
Menurut Suryono, musim penangkapan ubur-ubur biasanya berlangsung sekitar tiga bulan. Ketika memasuki musim hujan, jumlahnya mulai menurun hingga tidak lagi ditemukan dalam jumlah signifikan di perairan Banyuwangi.
Selain menjadi komoditas perdagangan ekspor, ubur-ubur juga dimanfaatkan sebagai bahan baku sejumlah industri, termasuk kosmetik dan farmasi.
Meski memiliki pasar internasional, harga jual di tingkat nelayan masih tergolong rendah. Saat ini, ubur-ubur dihargai sekitar Rp30 ribu per keranjang dengan berat kurang lebih 40 kilogram.
Melimpahnya hasil tangkapan dan permintaan pasar luar negeri menjadi peluang ekonomi tersendiri bagi nelayan pesisir Banyuwangi, khususnya di kawasan Muncar.
Potensi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa hasil perikanan Selat Bali tidak hanya bertumpu pada komoditas ikan. Pengembangan pengolahan dan peningkatan nilai tambah ubur-ubur diharapkan dapat memperkuat rantai usaha perikanan sekaligus meningkatkan pendapatan nelayan.
Editor : Rofiq