JATIMPEDIA, Surabaya – Kolaborasi raksasa energi Italia, Eni, dan perusahaan minyak nasional Malaysia, PETRONAS, memasuki babak baru. Keduanya mulai memperkenalkan entitas usaha patungan (joint venture) bernama Searah kepada kalangan media di Jawa Timur.
Tak tanggung-tanggung, perusahaan hasil konsolidasi dua perusahaan energi tersebut membidik investasi jangka panjang lebih dari 20 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan. Investasi ini diarahkan untuk memperkuat pengembangan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas), khususnya di Indonesia dan Malaysia.
Baca juga: PHE dan UNAIR Ajak Mahasiswa Kenali Tantangan Industri Energi Lewat Upstream Youth Camp 2026
Searah resmi berdiri pada 8 Juni 2026. Pembentukan perusahaan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada awal Februari 2025 dan Perjanjian Investasi pada 3 November 2025.
Dengan komposisi kepemilikan masing-masing 50 persen, Searah mengonsolidasikan portofolio sebanyak 19 aset strategis hulu migas. Sebanyak 14 aset berada di Indonesia, sedangkan lima lainnya tersebar di Malaysia.
Dalam konferensi pers di Surabaya, Selasa (3/11/2026), Senior Manager Strategic & Business Planning sekaligus Pimpinan Corporate Communications Searah, Nabil Aswad M. Hatta, menjelaskan strategi perusahaan yang menitikberatkan pada pengembangan gas bumi dan liquefied natural gas (LNG).
Menurut Nabil, pembentukan Searah menjadi langkah strategis untuk menyatukan keunggulan teknologi dan pengalaman global Eni dengan kekuatan operasional serta jaringan regional PETRONAS.
"Pembentukan Searah menggabungkan keahlian global Eni dan kekuatan regional PETRONAS untuk memaksimalkan potensi hidrokarbon di Indonesia dan Malaysia. Dengan dukungan finansial yang kokoh, fasilitas kredit bergulir senilai 6 miliar dolar AS, dan portofolio 19 aset strategis, kami berkomitmen untuk mempercepat eksekusi proyek hulu, mendorong pertumbuhan produksi yang berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah jangka panjang yang signifikan bagi industri migas nasional di kedua negara," ujar Nabil.
Baca juga: HCML Perkuat Sinergi Industri Gas, Antisipasi Penurunan Permintaan Nataru
Dari sisi produksi, Searah saat ini telah mencatatkan kapasitas awal lebih dari 300.000 barel setara minyak per hari (boed). Perusahaan optimistis angka tersebut dapat meningkat hingga melampaui 500.000 boed dalam tiga tahun mendatang.
Target tersebut sekaligus menegaskan ambisi Searah untuk menjadi salah satu pemain penting dalam pengembangan industri hulu migas di kawasan Asia Tenggara.
Selain fokus pada pengembangan bisnis dan peningkatan produksi, Searah juga menaruh perhatian pada keterbukaan informasi serta hubungan dengan para pemangku kepentingan di daerah.
Baca juga: SKK Migas Jabanusa dan Polri Perkuat Pengamanan Operasi Hulu Migas
Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas Jabanusa, Febrian Iksan, mengapresiasi langkah Searah yang dinilai telah membangun komunikasi cukup baik dengan media sejak awal kehadirannya.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran kegiatan operasional industri hulu migas, terutama di wilayah Jawa Timur.
"Komunikasi yang terbuka dapat membantu kelancaran operasional migas Searah di Jawa Timur, khususnya di pesisir Madura," tutur Febrian.
Editor : Arif