JATIMPEDIA, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus meningkatkan infrastruktur pengendalian banjir dengan membangun lima rumah pompa baru di sejumlah kawasan. Pembangunan tersebut dilakukan di Jalan Nginden Intan Timur, Panjang Jiwo, Dharmahusada, Tambak Segaran, dan Tanjungsari.
Salah satu proyek yang kini tengah dikerjakan adalah Rumah Pompa Dharmahusada. Pembangunan yang dimulai pada 24 Juli 2026 itu ditargetkan selesai pada 20 November 2026.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Penjualan Miras di Tempat Hiburan
Penanggung jawab proyek Rumah Pompa Dharmahusada, Edi Trich, menyampaikan bahwa sejumlah pekerjaan konstruksi utama telah diselesaikan. Hingga saat ini, realisasi pembangunan secara fisik tercatat mencapai sekitar 40 persen.
Ia menjelaskan, pengerjaan polder dan dudukan pompa telah rampung. Pekerjaan selanjutnya difokuskan pada bagian apron, capping, serta penyelesaian sejumlah komponen pendukung lainnya.
"Polder sudah, untuk dudukan pompa sudah, tinggal kita ke arah apron saja. Itu saja yang sisi sama capping-nya. Kalau pemancangan sudah semua. Tidak ada masalah," jelas Edi.
Selain menyelesaikan konstruksi, pihak pelaksana juga masih menunggu pengiriman satu unit pompa baru dari China. Nantinya, Rumah Pompa Dharmahusada akan dilengkapi lima unit pompa yang terdiri dari tiga pompa banjir dan dua pompa selat.
Meski sejumlah pekerjaan berjalan sesuai tahapan, pelaksanaan proyek menghadapi tantangan berupa bertambahnya debit air yang masuk ke area pembangunan. Kondisi tersebut dipicu adanya saluran baru yang terhubung dengan lokasi proyek.
Edi mengatakan, aliran dari saluran baru tersebut membuat volume air yang harus ditangani pekerja menjadi lebih besar. Akibatnya, pengaturan air di sekitar area konstruksi membutuhkan penanganan tambahan agar pekerjaan tetap berjalan.
"Ada saluran baru yang membuat kapasitas air di sini makin lebih banyak. Dan justru dari saluran yang baru itu kami kewalahan ngatasin air," ungkapnya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perkuat Edukasi Keluarga Berencana
Kondisi tersebut juga menjadi pertimbangan kontraktor dalam mengejar target penyelesaian. Apabila penyesuaian pekerjaan akibat kendala di lapangan berdampak terhadap jadwal, pihaknya membuka kemungkinan mengajukan tambahan waktu pengerjaan.
Di sisi lain, pembangunan rumah pompa ini mendapat harapan dari masyarakat sekitar. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mengurangi genangan yang selama ini kerap mengganggu aktivitas warga, khususnya saat hujan deras.
Sukaji, warga yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi becak di sekitar Dharmahusada, menceritakan bahwa kawasan tersebut sebelumnya cukup sering mengalami banjir. Air dari sejumlah permukiman dan gang di sekitarnya mengalir menuju jalan utama sehingga menyebabkan genangan.
"Kalau di kampung itu larinya ke sini, gang-gang itu larinya ke jalan ini. Dulu sebelum ada gorong-gorong di tengah itu sering banjir," tuturnya.
Ia menyebut kondisi tersebut mulai membaik setelah pembangunan gorong-gorong sekitar dua tahun lalu. Saat ini, air dinilai lebih cepat surut setelah hujan berhenti dibandingkan kondisi sebelumnya.
Meski begitu, Sukaji berharap keberadaan rumah pompa baru dapat semakin mengoptimalkan pembuangan air, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.
"Ya itu ada pompa itu nggak bisa banjir, langsung banyu lancar. Ada air hujan itu ya yang besar itu langsung lancar," harapnya.
Pembangunan Rumah Pompa Dharmahusada menjadi bagian dari langkah Pemkot Surabaya dalam memperkuat sistem drainase dan mengantisipasi genangan di kawasan perkotaan. Setelah proyek selesai, optimalisasi pengoperasian seluruh unit pompa diharapkan mampu mempercepat aliran air dan meminimalkan dampak banjir terhadap aktivitas masyarakat.
Editor : Arif