JATIMPEDIA, Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) membukukan kinerja keuangan positif hingga Kuartal III/2026. Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp4,03 triliun atau tumbuh 5% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pencapaian ini ditopang oleh ekspansi bisnis yang solid, dengan pertumbuhan total aset dan penyaluran kredit masing-masing mencapai dua digit.
Hingga September 2026, total aset OCBC meningkat 13% YoY menjadi Rp350,5 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 16% YoY menjadi Rp190,8 triliun. Di tengah ekspansi tersebut, OCBC tetap menjaga kualitas aset melalui penerapan prinsip kehati-hatian. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah bruto (NPL Gross) yang berada di level 2,0�n rasio Loan at Risk (LAR) yang membaik menjadi 4,8�ri 5,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio pencadangan NPL juga terjaga kuat di level 202,9%.
Baca juga: OCBC Perkuat Layanan Wealth Management Lewat Inovasi Digital dan Pendekatan Personal
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 6% YoY menjadi Rp244,2 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung oleh kenaikan deposito berjangka sebesar 8% menjadi Rp109,6 triliun serta dana giro dan tabungan (CASA) sebesar 5% menjadi Rp134,5 triliun. Rasio CASA tercatat sebesar 55,1%.
Kondisi permodalan dan likuiditas OCBC juga tetap kuat dan berada di atas ketentuan minimum regulator. Hingga September 2026, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 23,7%, rasio kecukupan likuiditas (LCR) sebesar 252,7%, serta rasio Loan to Deposit (LDR) sebesar 77,5%. Kondisi ini memberikan ruang bagi perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, mengatakan bahwa resiliensi perusahaan tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi dinamika pasar, tetapi juga dari konsistensi dalam menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
“Bagi kami, resiliensi bukan sekadar kemampuan untuk bertahan menghadapi dinamika pasar, tetapi juga kemampuan untuk terus tumbuh secara sehat dan prudent. OCBC secara konsisten menjalankan strategi pertumbuhan bisnis dengan dukungan permodalan dan likuiditas yang solid. Pertumbuhan bisnis senantiasa selaras dengan kualitas aset yang terjaga, fokus pada kebutuhan nasabah, serta orientasi pada pertumbuhan jangka panjang,” ujar Parwati.
Ke depan, OCBC akan terus memperkuat kapabilitas bisnis dan menghadirkan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan berbagai segmen nasabah. Salah satu fokus pengembangan dilakukan melalui layanan wealth management yang semakin personal, digital, dan inklusif.
Baca juga: OCBC Gabungkan Digitalisasi dan Human Advisory untuk Layanan Wealth Management
Berbagai inisiatif seperti Financial Fit Check Up, For Your Investment, Wealth Discovery, dan Wealth Report menjadi bagian dari upaya OCBC dalam membantu nasabah memahami kondisi keuangan, meningkatkan kesejahteraan finansial, serta merencanakan dan mewujudkan tujuan keuangan jangka panjang.
Kinerja dan inovasi tersebut turut mengantarkan OCBC meraih sejumlah penghargaan nasional maupun internasional sepanjang Kuartal III/2026. Penghargaan yang diraih antara lain Best Wealth Management Bank (Affluent Banking) in Indonesia dari The Asian Banker 2026, serta masuk dalam Fortune Indonesia 100: 2025 dengan menempati peringkat ke-60 perusahaan terbaik di Indonesia.
OCBC juga memperoleh Best Investor/Kreditor ESG Award by KEHATI 2026. Dalam ajang Indonesia Sustainable Business & ESG Excellence Awards 2026 yang diselenggarakan Majalah SWA, OCBC meraih predikat Very Good untuk kategori Best Innovation in Circular Economy Implementation dan Best Innovation in Sustainable Finance Implementation.
Baca juga: OCBC Sekuritas Perkuat Sinergi Layanan Pasar Modal
Di bidang layanan nasabah, OCBC mendapatkan penghargaan Indonesia The Best Contact Center (IBCC) 2026 dari Indonesia Contact Center Association (ICCA), dengan raihan Platinum untuk kategori Business Contribution, Digital Innovation, dan Customer Protection; Gold untuk Contact Center Operations; Silver untuk Employee Engagement; serta Bronze untuk Telesales.
Pada tingkat global, OCBC juga menempati peringkat pertama dalam daftar World's Top Performing Banks 2026 yang dirilis Forbes bersama Statista. Selain itu, The Asian Banker menobatkan OCBC sebagai bank terkuat di Singapura dan Asia Pasifik, sekaligus menempatkannya pada posisi ketiga sebagai bank terkuat di dunia.
Berbagai pencapaian tersebut memperkuat komitmen OCBC untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat, meningkatkan kualitas layanan, serta menghadirkan solusi keuangan yang relevan guna mendukung kebutuhan nasabah dan pertumbuhan jangka panjang
Editor : Rizky