Mango Carnival 2026 Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp567 Juta di Kota Probolinggo

Reporter : Rini
Penyelenggaraan Mango Carnival of Indonesia 2026 di Kota Probolinggo,

JATIMPEDIA, Probolinggo - Penyelenggaraan Mango Carnival of Indonesia 2026 di Kota Probolinggo, memberikan dampak positif terhadap aktivitas perekonomian masyarakat. Festival yang berlangsung pada 29–31 Oktober 2026 tersebut diperkirakan menghasilkan perputaran uang lebih dari Rp567 juta selama tiga hari pelaksanaan.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan, Mango Carnival tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana memperkuat identitas daerah sebagai Kota Mangga. Festival tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan potensi mangga Indonesia kepada masyarakat dan pasar yang lebih luas.

Baca juga: Pemkot Probolinggo Dorong Produk Olahan Jagung ke Pasar Lebih Luas

"Penyelenggaraan Mango Carnival menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Probolinggo, karena merupakan festival mangga berskala nasional yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia," kata Aminuddin dalam keterangannya, Minggu.

Menurutnya, kegiatan tersebut membuka peluang untuk memperluas promosi komoditas mangga sekaligus membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya melalui ketertarikan investor asal Jepang terhadap kualitas mangga yang dihasilkan Jawa Timur.

"Bahkan, saya mendapat kesempatan bertemu dengan investor Jepang yang tertarik terhadap potensi mangga Jawa Timur. Mereka menilai mangga Jawa Timur memiliki kualitas yang sangat baik. Ke depan, Kota Probolinggo juga berpeluang diundang dalam kunjungan bisnis ke Nagoya, Jepang," ujarnya.

Aminuddin berharap Mango Carnival dapat menjadi agenda berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. Dengan demikian, festival tersebut tidak hanya memperkuat promosi daerah, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan komoditas mangga Indonesia.

Dampak ekonomi menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan festival. Berdasarkan pendataan dan estimasi transaksi selama tiga hari, perputaran ekonomi yang tercipta mencapai lebih dari Rp567 juta.

Aminuddin menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berbasis potensi lokal dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Keterlibatan pelaku usaha dan partisipasi warga dalam festival turut membuka peluang usaha serta menggerakkan aktivitas perdagangan.

Baca juga: Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Pemkot Probolinggo Perkuat Wisata Pesisir Pantai

"Keberhasilan karnaval mangga itu tidak hanya diukur dari kemeriahan acara dan antusiasme masyarakat, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dihasilkan. Hal itu menunjukkan bahwa kegiatan yang mengangkat potensi daerah dan melibatkan partisipasi masyarakat mampu menciptakan aktivitas ekonomi, membuka peluang usaha, serta memberikan manfaat yang lebih luas," katanya.

Selain menghadirkan berbagai kegiatan hiburan dan promosi, Mango Carnival of Indonesia 2026 juga menggelar National Mango Contest untuk mengapresiasi kualitas dan keunggulan varietas mangga dari berbagai daerah.

Dalam kompetisi tersebut, Kabupaten Ngawi berhasil meraih juara pertama melalui mangga varietas Harum Manis. Pemenang memperoleh piala bergilir, uang pembinaan Rp6,5 juta, serta sertifikat penghargaan. Sementara itu, posisi kedua diraih Kabupaten Pasuruan dan juara ketiga ditempati Kabupaten Situbondo.

Proses penilaian kontes mencakup sejumlah aspek, mulai dari penampilan fisik buah, seperti warna kulit dan bentuk, hingga karakteristik sensori yang meliputi warna daging, tekstur, serta rasa. Juri juga mempertimbangkan ukuran, berat, dan ketebalan daging buah.

Baca juga: Pemkot Probolinggo Ajak Investor Arab Saudi Bangun Rumah Sakit di Kota Probolinggo

Selama tiga hari penyelenggaraan, festival tersebut menghadirkan berbagai atraksi dan kegiatan yang melibatkan masyarakat. Agenda yang digelar antara lain kirab dan gerebeg gunungan mangga, bazar serta pasar mangga murah, festival musik duk-duk, kolaborasi seni, dan kompetisi kreativitas bertema mangga.

Pengunjung juga dapat menyaksikan kontes berbagai varietas mangga serta mengikuti Mango Fun Walk yang membawa pesan kampanye menanam pohon mangga di setiap rumah.

Penutupan Mango Carnival of Indonesia 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat promosi Kota Probolinggo sebagai salah satu daerah penghasil mangga. Pemerintah daerah juga menargetkan perluasan jaringan pemasaran agar mangga lokal semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru