JATIMPEDIA, Madiun - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapak Kalimat Reksogati, Kelurahan Sogaten, Kecamatan Manguharjo. Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia itu menarik minat warga yang ingin membeli bahan pokok dengan harga terjangkau.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kota Madiun, Sumini, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda Wali Kota Bersama Rakyat (WBR). Pemerintah menggelar pasar murah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Kegiatan WBR Plt Wali Kota Madiun, Serap Aspirasi dan Tuntaskan Masalah Warga
Sejumlah komoditas dijual dalam kegiatan tersebut. Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dibanderol Rp55 ribu per kemasan lima kilogram. Minyakita dijual Rp15 ribu per kemasan, sedangkan gula pasir Rp16 ribu per kilogram.
Adapun harga telur ditetapkan Rp20 ribu per kilogram. Bawang putih dijual Rp11 ribu per setengah kilogram dan bawang merah Rp8 ribu per setengah kilogram. Cabai rawit keriting merah dijual Rp5.500 per 100 gram.
"Tujuan GPM salah satunya untuk intervensi harga dalam rangka pengendalian inflasi," kata Sumini.
Menurut dia, masyarakat menunjukkan antusiasme untuk berbelanja karena harga yang ditawarkan lebih terjangkau.
Baca juga:Pemkot Madiun Kunci Luas Lahan Pertanian untuk Jaga Ketahanan Pangan
Salah seorang pembeli, Aya Mawarani Saputri, 27 tahun, warga Jalan Ciliwung, Kelurahan Taman, mengatakan pasar murah membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. Ia menilai harga sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras, telur, dan cabai, menjadi beban bagi konsumen ketika mengalami kenaikan.
Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Angkut 23.446 Ton Barang Hingga Triwulan III 2026
Aya mengatakan pernah membeli telur dengan harga sekitar Rp23 ribu per kilogram. Dalam kegiatan GPM, ia bisa mendapatkan komoditas tersebut dengan harga Rp20 ribu per kilogram.
"Adanya GPM ini sangat membantu karena harga telur lebih murah dibandingkan dengan yang biasa saya beli di pasar," ujar Aya.
Baca juga:Disperta dan DKPP Kabupaten Madiun akan Digabung, Enam Bidang Tetap Dipertahankan
Dalam kegiatan tersebut, Aya membeli minyak goreng, gula, cabai, bawang merah, dan bawang putih. Menurut dia, selisih harga sejumlah komoditas membuat pasar murah bermanfaat bagi masyarakat, terutama rumah tangga yang harus mengatur pengeluaran untuk kebutuhan pangan.
Baca juga: Pemkot Madiun Kebut Pengerukan Sungai dan Benahi Drainase
Ia juga menilai kehadiran pemerintah melalui kegiatan yang langsung menyasar masyarakat dapat membantu menjaga daya beli. Harga pangan yang terjangkau, kata dia, turut mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Aya berharap pemerintah dapat menjaga agar kenaikan harga pangan tetap terkendali. Dengan demikian, perubahan harga tidak terlalu tajam dan kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau masyarakat.
"Semoga kalau ada kenaikan harga pangan, tetap terkontrol dan tidak terlalu fluktuatif sehingga masih terjangkau oleh masyarakat," katanya.
Editor : Rofiq