JATIMPEDIA, Surabaya - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan bantuan senilai Rp3 triliun serta rencana pembangunan pusat Grand Parent Stock (GPS) unggas terintegrasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat produksi peternakan dan menjaga pasokan pangan nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai salah satu sentra utama produksi pangan nasional, mulai dari padi, jagung, dan tebu hingga telur, ayam, dan susu.
Baca juga: Pemerintah Ajak 44 Kepala Daerah Kembangkan Jagung untuk Bioetanol
“Jawa Timur luar biasa, berkembang sangat pesat khususnya sektor pertanian. Nomor satu produksi padi, jagung, tebu, telur, ayam, hingga susu juga nomor satu. Pertanian Jawa Timur adalah yang terbaik di seluruh Indonesia,” ujarnya saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa peringatan HUT ke-81 Jawa Timur di Gedung DPRD, Senin.
Salah satu program prioritas yang disiapkan adalah pembangunan pusat GPS unggas di Kabupaten Malang. Fasilitas ini akan menjadi sumber bibit unggas untuk mendukung kebutuhan peternakan di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga: Mentan Amran Jamin Stok Beras Aman Hingga Maret 2027
“Kami akan bangun Grand Parent Stock satu-satunya di Indonesia, yaitu di Jawa Timur, tepatnya di Malang. Nantinya, 'neneknya' ayam ini akan menyuplai kebutuhan peternakan ke seluruh wilayah Indonesia,” kata Amran.
Selain memperkuat produksi pangan, Kementan juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang dan fenomena El Nino. Amran memastikan cadangan beras nasional dalam kondisi aman, dengan kapasitas gudang sekitar tiga juta ton dan stok mencapai 4,5 juta ton.
Baca juga: Kinerja SGN Semester I 2026 Tumbuh Positif, Tebu Giling Naik 20 Persen dan Produksi Gula 26 Persen
Ia optimistis target swasembada pangan berkelanjutan dapat tercapai melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, dengan Jawa Timur sebagai salah satu penopang utama produksi pangan nasional.
Editor : Arif