Perkuat Komitmen Pelestarian Ekosistem Pesisir dan Lingkungan

TPS Konsisten Kembangkan Pembibitan dan Penanaman Mangrove

Reporter : Taufiq
TPS secara konsisten mengembangkan program konservasi mangrove yang telah dijalankan sejak 2010

JATIMPEDIA, Surabaya  -  PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), bagian dari Pelindo Group, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pengembangan berbagai inisiatif keberlanjutan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui transformasi operasional pelabuhan yang lebih ramah lingkungan, pengurangan emisi karbon, serta konservasi ekosistem pesisir yang terintegrasi dalam strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.

Baca juga: Gubernur Kalteng Pastikan Aktivitas TPK Bagendang Tetap Normal di Tengah Karhutla

Dalam mendukung operasional pelabuhan yang berkelanjutan, TPS secara bertahap melakukan transformasi penggunaan energi pada peralatan bongkar muat utama melalui program elektrifikasi alat. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, menekan emisi karbon, serta meningkatkan efisiensi operasional terminal.

Sejalan dengan upaya tersebut, TPS juga secara konsisten mengembangkan program konservasi mangrove yang telah dijalankan sejak 2010 sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap mitigasi perubahan iklim dan pelestarian lingkungan pesisir.

Memasuki tahun 2026, TPS kembali melanjutkan upaya konservasi melalui program pembibitan 15.000 bibit mangrove bersama Kelompok Petani Mangrove Penggerak Konservasi Mandiri Lestari Sontoh Laut, Surabaya. Saat ini, seluruh bibit tengah dibudidayakan di area konservasi mangrove TPS dan diproyeksikan siap ditanam dalam waktu sekitar delapan bulan mendatang untuk mendukung rehabilitasi kawasan pesisir Surabaya.

Program pembibitan dan penanaman mangrove menjadi salah satu inisiatif strategis TPS dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Keberadaan mangrove tidak hanya berperan dalam melindungi garis pantai, tetapi juga menjadi habitat bagi beragam flora dan fauna, termasuk sejumlah spesies burung migran dan satwa yang dilindungi. Berdasarkan hasil pengukuran manfaat pembibitan dan penanaman mangrove yang dilakukan TPS bersama Cempaka Foundation pada 2026, kawasan mangrove TPS diketahui memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, dengan kondisi vegetasi yang tergolong baik dan padat.

Dari perspektif mitigasi perubahan iklim, kawasan mangrove juga memiliki peran penting sebagai penyerap karbon alami (carbon sink). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kawasan mangrove TPS mampu menyerap karbon sebesar 623,11 ton karbon per hektare, setara dengan 2.286,8 ton CO₂ per hektare. Kemampuan tersebut memperkuat peran kawasan konservasi mangrove TPS sebagai aset lingkungan yang mendukung upaya dekarbonisasi serta pencapaian target pembangunan berkelanjutan.

Selain memberikan manfaat ekologis, program konservasi mangrove TPS turut menciptakan nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir. Melalui kolaborasi dengan kelompok petani mangrove, masyarakat dilibatkan dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari pengadaan dan pembibitan, pemeliharaan, pembesaran bibit, hingga penanaman. Keterlibatan tersebut membuka peluang pendapatan alternatif sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai mitra dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Baca juga: Lima Tahun Pascamerger Pelindo, TTL Raih Dua Penghargaan Nasional

Manfaat program ini juga diperluas melalui pendistribusian bibit mangrove kepada berbagai pihak untuk mendukung kegiatan rehabilitasi kawasan pesisir Surabaya. Penanaman mangrove di berbagai lokasi diharapkan dapat memperkuat perlindungan pantai dari abrasi dan banjir rob, menjaga habitat biota laut, meningkatkan kualitas lingkungan, serta memberikan manfaat ekologis jangka panjang bagi generasi mendatang.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa keberlanjutan program konservasi mangrove merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menyeimbangkan kinerja operasional dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Sebagai bagian dari Pelindo Group, TPS berkomitmen untuk terus menghadirkan operasional pelabuhan yang semakin hijau dan berkelanjutan. Elektrifikasi peralatan bongkar muat dan konservasi mangrove merupakan dua inisiatif yang saling melengkapi dalam mendukung pengurangan emisi karbon dan pelestarian lingkungan. Program pembibitan 15.000 mangrove ini bukan sekadar kegiatan penanaman pohon, melainkan investasi lingkungan dan sosial yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ujar Erika.

Ia menambahkan, bibit mangrove yang telah mencapai usia tanam, yakni sekitar delapan bulan, selanjutnya akan didistribusikan kepada berbagai pihak untuk mendukung rehabilitasi kawasan pesisir Surabaya. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat konservasi sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Baca juga: Kinerja TPS Tetap Solid, Arus Peti Kemas Capai 122.876 TEUs

Perluasan distribusi dan penanaman mangrove di kawasan pesisir Surabaya diharapkan mampu meningkatkan tutupan hijau pesisir, memperbesar kapasitas penyerapan karbon, serta memperkuat ketahanan wilayah pantai terhadap abrasi. Lebih dari itu, kolaborasi yang terbangun melalui program ini diharapkan dapat memberikan dampak sosial ekonomi yang positif bagi masyarakat pesisir sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya pelestarian lingkungan.

Menurut Erika, keberhasilan konservasi mangrove tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah bibit yang disiapkan atau ditanam, tetapi juga oleh keberlanjutan pemeliharaan dan manfaat nyata yang dihasilkan bagi lingkungan serta masyarakat.

“Semakin luas kawasan mangrove yang terjaga dan semakin kuat kolaborasi dalam upaya pelestariannya, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan TPS bagi peningkatan kualitas lingkungan, penguatan ketahanan pesisir, dan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang,” tutup Erika.

Melalui konsistensi dalam mengembangkan pembibitan dan penanaman mangrove, TPS menegaskan komitmennya untuk terus mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam kegiatan bisnis perusahaan. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi TPS dalam mewujudkan lingkungan pelabuhan yang lebih hijau sekaligus mendukung pelestarian ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Editor : Taufiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru