JATIMPEDIA, Palangkaraya - Aktivitas logistik dan pelayanan kepelabuhanan di Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, tetap berjalan normal meski wilayah tersebut menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meninjau langsung Pelabuhan Bagendang untuk memastikan kegiatan operasional dan distribusi logistik tetap berjalan lancar. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Baca juga: Lima Tahun Pascamerger Pelindo, TTL Raih Dua Penghargaan Nasional
“Berdasarkan penjelasan pihak pengelola, aktivitas di Pelabuhan Bagendang berjalan lancar ya,” kata Agustiar di Palangka Raya, Minggu.
Menurutnya, pelabuhan memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah sehingga kelancaran operasionalnya perlu terus dijaga. Peninjauan lapangan juga dilakukan untuk memastikan kondisi pelayanan sesuai dengan laporan yang diterima pemerintah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap aktivitas pelabuhan tetap optimal agar distribusi barang, khususnya bahan kebutuhan pokok, tidak terganggu dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi karhutla.
Baca juga: Kinerja TPS Tetap Solid, Arus Peti Kemas Capai 122.876 TEUs
Head Terminal Peti Kemas Bagendang, Bumiharjo, Akhmad Fajar, mengatakan kegiatan bongkar muat dan distribusi logistik masih berlangsung dengan baik. Pelabuhan tersebut melayani distribusi barang, termasuk sembako, untuk wilayah Kotim, Seruyan, dan Katingan.
“Alhamdulillah, selama kondisi kebakaran hutan dan lahan ini, aktivitas kita tetap normal, terutama distribusi bahan sembako kepada masyarakat,” ujarnya.
Akhmad menjelaskan, TPK Bagendang menangani aktivitas bongkar muat hingga sekitar 6.000 twenty-foot equivalent units (TEUs) per bulan. Volume tersebut menunjukkan peran pelabuhan dalam mendukung arus barang dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Baca juga: Lamong Cukur, Cara TTL Buka Peluang Kerja Baru bagi Warga Sekitar
Ia menambahkan, kegiatan operasional kapal dan bongkar muat tetap menyesuaikan kondisi pasang surut air. Seluruh aktivitas dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi perairan dan prosedur operasional standar (SOP) untuk menjaga keselamatan serta kelancaran pelayanan.
Dengan operasional yang tetap berjalan normal, TPK Bagendang diharapkan terus menjadi penopang distribusi logistik dan kebutuhan pokok masyarakat di Kalimantan Tengah, termasuk selama menghadapi kondisi karhutla.
Editor : Eka Sapto