JATIMPEDIA, Lumajang - Batik tidak hanya menjadi simbol warisan budaya, tetapi juga memiliki peluang untuk terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Melalui inovasi di bidang fashion, motif khas Lumajang dapat dikemas menjadi beragam karya busana modern tanpa meninggalkan nilai tradisi yang melekat di dalamnya.
Semangat mengembangkan batik lokal tersebut tercermin dalam malam puncak BALOS 2026 (Batik Lumajang On The Stage/Batik Lumajang On The Street) yang berlangsung di Jalan Alun-Alun Utara Kabupaten Lumajang, Sabtu (10/10/2026) malam. Mengusung tema “Harmony in Heritage, Merayakan Warisan Menginspirasi Generasi”, kegiatan ini menjadi wadah perpaduan antara pelestarian budaya dan kreativitas fashion masa kini.
Baca juga: Pemkab Lumajang Targetkan Perbaikan 70 Persen Jalan Rusak
Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut menghadiri dan menyaksikan perhelatan tersebut. Melalui BALOS, batik Lumajang diperkenalkan kepada masyarakat lewat peragaan busana yang melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia dan latar belakang.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa batik memiliki fleksibilitas untuk diterapkan dalam beragam model pakaian. Selain mempertahankan identitas motif daerah, pengembangan desain yang kreatif dapat menjadikan batik semakin relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat modern.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Agni Asmara Megatrah, menjelaskan bahwa BALOS 2026 diselenggarakan untuk memperkenalkan kekayaan batik daerah melalui peragaan busana yang melibatkan berbagai kelompok usia.
Kompetisi fashion batik dalam kegiatan tersebut mencakup sejumlah kategori, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP sederajat, SMA/SMK, kategori umum, hingga camat dan organisasi perangkat daerah (OPD). Keterlibatan peserta dari berbagai kalangan memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal batik Lumajang melalui beragam gaya dan kreasi.
Baca juga: Pemkab Lumajang Perluas Jangkauan Pelayanan Adminduk
Di tengah perkembangan industri fashion, inovasi desain menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas daya tarik batik. Pembatik, desainer, dan pelaku usaha kreatif memiliki peluang untuk berkolaborasi menghasilkan produk yang sesuai dengan selera pasar, sekaligus tetap menjaga ciri khas budaya lokal.
Pengembangan batik melalui pendekatan fashion modern juga berpotensi membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian budaya. Dengan menghadirkan batik dalam bentuk yang lebih dekat dengan keseharian, warisan tradisional ini dapat terus dikenal dan digunakan oleh berbagai generasi.
Melalui BALOS 2026, Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong batik lokal agar tidak hanya dipandang sebagai peninggalan budaya, tetapi juga sebagai sumber inspirasi bagi kreativitas dan inovasi. Ajang ini diharapkan mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap batik Lumajang sekaligus memperkuat keberadaan produk budaya daerah di tengah perkembangan tren fashion.
Baca juga: Pemkab Lumajang Perkuat Tanam Pisang di Lahan Kering
Sekitar 20 motif batik unggulan ditampilkan dalam fashion show yang menjadi salah satu daya tarik utama BALOS 2026. Motif yang diperagakan antara lain Batik Tumpak Sewu, Batik Topeng Kaliwungu, Batik Jaran Kencak, Batik Pisang, Batik Pandanwangi, hingga Batik Durian Kembang.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Joko Setiyo, mengatakan kepemilikan HAKI menjadi bagian penting dalam melindungi identitas budaya sekaligus memperkuat posisi karya para perajin. Perlindungan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan nilai ekonomi batik lokal.
“Lewat BALOS 2026, kita mempromosikan motif batik Lumajang yang nggak cuma bagus dan berkualitas. Kepemilikan HAKI ini jadi bukti nyata komitmen pemerintah untuk mendorong UMKM lokal makin naik kelas dan makin percaya diri bersaing,” ujar Joko di sela-sela kegiatan.
Editor : Rofiq