JATIMPEDIA, Bondowoso - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Persero Regional 5 bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mendorong pengenalan kopi lokal ke pasar yang lebih luas melalui kompetisi video media sosial bertajuk “Bondowoso Republik Kopi”.
Upaya tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor yang kembali menghidupkan semangat “Bondowoso Republik Kopi” sekaligus memperkenalkan potensi kopi daerah melalui kemasan konten yang lebih dekat dengan generasi digital.
Baca juga: Reaktivasi Jalur KA Kalisat-Bondowoso-Panarukan Masuk Tahap Penguatan Perencanaan
Kolaborasi itu diperkuat melalui kegiatan Media & Creator Gathering yang digelar di Pujasera Jembatan Ki Ronggo, Jumat (2/10/2026) malam. Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, insan media, serta komunitas kreator untuk membahas potensi kopi Bondowoso sekaligus peran media sosial dalam memperluas jangkauan promosi.
Sekretaris Perusahaan PTPN I Persero Regional 5, Reggy Irawan Setiyobudi, mengatakan kompetisi tersebut tidak sekadar menjadi ajang membuat konten, tetapi juga ruang bersama untuk menceritakan potensi kopi Bondowoso dari berbagai sudut pandang.
Menurut dia, kopi Bondowoso memiliki cerita panjang yang layak dikenal lebih luas. Karena itu, media sosial dinilai menjadi salah satu sarana strategis untuk membawa cerita tersebut menjangkau masyarakat di berbagai daerah.
“Kita ingin kopi Bondowoso tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga karena cerita di baliknya. Melalui media sosial, cerita tersebut bisa menjangkau masyarakat yang jauh lebih luas. Harapannya, konten-konten yang dibuat dapat ditonton ribuan bahkan jutaan orang dan ikut membuka peluang agar usaha kopi di Bondowoso berkembang semakin pesat,” ujar Reggy.
PTPN I Regional 5 juga memiliki peran dalam ekosistem perkebunan kopi di Bondowoso melalui Kebun Blawan, Java Coffee Estate, Kayumas, dan Pancur Angkrek. Keberadaan perkebunan tersebut turut menjadi bagian dari perjalanan panjang perkembangan komoditas kopi di Bondowoso.
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, S.P., M.M. Ia menyebut “Bondowoso Republik Kopi Reborn” sebagai momentum untuk kembali mengangkat potensi kopi daerah melalui berbagai saluran komunikasi.
Baca juga: Kemarau Panjang Melanda Malang, PTPN I Salurkan 3.000 Liter Air Bersih Tiap Hari
“Terima kasih atas kolaborasi PTPN I Regional 5 dalam menghadirkan kembali semangat Bondowoso Republik Kopi melalui Bondowoso Republik Kopi Reborn. Kami mendukung kegiatan ini untuk semakin memperkenalkan kopi Bondowoso di tingkat nasional maupun internasional,” kata Mulyadi.
Sementara itu, Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangestu, menilai kompetisi konten tersebut dapat menjadi cara kreatif untuk menggaungkan kembali potensi kopi Bondowoso, khususnya kepada generasi muda.
Menurut Sinca, pengenalan kopi tidak cukup berhenti pada kualitas dan cita rasa. Lebih dari itu, masyarakat perlu memahami bahwa komoditas kopi memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor ekonomi dan kehidupan masyarakat.
“Kompetisi konten seperti ini menjadi langkah besar. Bukan hanya untuk mengingatkan bahwa Bondowoso memiliki mutiara hitam dari timur, yaitu kopi, tetapi juga memberikan edukasi bahwa kopi bukan sekadar komoditas, melainkan memiliki dampak ekonomi yang luas,” ujarnya.
Baca juga: Tebu Makin Berkualitas, Peluang Hasil Petani di PG Pradjekan Makin Optimal
Antusiasme terhadap kompetisi tersebut juga terlihat dari jumlah karya yang masuk. Sejak dibuka pada awal September hingga 1 Oktober 2026, ratusan karya telah disubmit oleh peserta dari berbagai daerah.
Peserta tidak hanya berasal dari Bondowoso, tetapi juga sejumlah kota lain, seperti Surabaya, Malang, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Medan, Asahan, Bengkalis, hingga Denpasar.
Keterlibatan peserta dari berbagai daerah tersebut menunjukkan bahwa cerita mengenai kopi Bondowoso memiliki ruang untuk berkembang lebih luas melalui ekosistem digital.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, sektor perkebunan, media, dan komunitas kreator, gerakan “Bondowoso Republik Kopi” diharapkan tidak berhenti sebagai kampanye promosi. Program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat citra kopi lokal sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bondowoso.
Editor : Eka Sapto