PT SGN dan Anak Perusahaan  Dukung Pengembangan Areal Tebu Petani melalui Pembangunan Infrastruktur Jalan di Bantul

Reporter : Taufiq
Penyerahan bantuan program TJSL pembangunan jalan untuk mendukung pengembangan areal tebu petani di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (2/10/2026).

JATIMPEDIA, Bantul - PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) bersama Anak Per (Anper) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tahun 2026 menghadirkan dukungan pembangunan jalan untuk menunjang pengembangan areal tebu petani di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam rangka percepatan Swasembada Gula Nasional, sekaligus bagian dari upaya memperkuat ekosistem tebu rakyat agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Baca juga: Musim Giling 2026 Beri Dampak Positif bagi Petani Mitra SGN di PG Mojo

Pembangunan infrastruktur jalan diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas menuju areal tebu sehingga aktivitas usaha tani dapat dilakukan dengan lebih mudah dan optimal. Akses yang semakin baik juga diharapkan dapat mendorong minat petani untuk menanam tebu sekaligus mendukung pengembangan areal pertanaman tebu di wilayah Bantul.

Ketua Gapoktan PATRI, Suripto, menyambut baik dukungan pembangunan infrastruktur tersebut. Menurutnya, ketersediaan akses jalan menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang aktivitas usaha tani sekaligus pengembangan tebu rakyat.

“Kami sangat mengapresiasi adanya dukungan pembangunan jalan untuk akses menuju areal tebu petani di Selopamioro. Bagi kami, akses infrastruktur merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kegiatan usaha tani. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, kami berharap aktivitas petani menjadi lebih mudah dan mendorong semakin banyak petani untuk mengembangkan tanaman tebu. Kami juga berharap sinergi seperti ini dapat terus berjalan sehingga memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendukung pengembangan tebu rakyat di Bantul,” ujar Suripto.


Dari sisi pengembangan tanaman, Kepala Bagian Tanaman PT PG Rajawali I, anak perusahaan PT SGN, Amin Kuncoro, mengatakan pembangunan akses jalan tersebut menjadi dukungan positif bagi pengembangan areal tebu.

“Dari sisi tanaman, pembangunan akses jalan ini menjadi dukungan yang sangat positif bagi pengembangan areal tebu. Infrastruktur yang memadai akan membantu akses menuju lahan serta mendukung kelancaran aktivitas budidaya dan pengelolaan areal tebu. Kami berharap pengembangan areal ini dapat mendorong peningkatan pasokan tebu ke PG Madu Baru sehingga dapat mendukung keberlanjutan operasional pabrik sekaligus memperkuat ekosistem tebu rakyat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Amin.

Baca juga: Kelancaran Giling PG Ngadiredjo Kediri Beri Kepastian Penyerapan Tebu Petani


Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari sinergi dan kolaborasi antara perusahaan, petani, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan tebu rakyat. Dengan akses yang semakin baik, pengembangan areal tebu diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani sekaligus mendukung kebutuhan bahan baku industri gula. 

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem tebu rakyat secara berkelanjutan menuju Swasembada Gula Nasional (2/10/2026).

Sekretaris Perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Yunianta, menegaskan bahwa dukungan terhadap petani dan penguatan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem tebu rakyat yang berkelanjutan.

Baca juga: Penyerapan Tebu Petani oleh PG Meritjan Tahun Ini Naik Jadi 2,5 Kuintal Ton

“Program TJSL ini merupakan bagian dari komitmen PT SGN untuk turut memperkuat ekosistem tebu rakyat secara berkelanjutan. Kami meyakini bahwa pengembangan industri gula tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi antara perusahaan, petani, pemerintah, dan seluruh stakeholder. Melalui dukungan infrastruktur seperti pembangunan jalan ini, kami berharap akses petani menuju areal tebu semakin baik, pengembangan areal dapat terus dilakukan, dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap upaya percepatan Swasembada Gula Nasional,” ujar Yunianta.


Program pembangunan jalan tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya PT SGN dalam memperkuat ekosistem tebu rakyat di wilayah kerjanya.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, dukungan terhadap petani diharapkan dapat terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan areal tebu, menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku bagi industri gula, serta berkontribusi pada pencapaian Swasembada Gula Nasional.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru