JATIMPEDIA, Banyuwangi - Perjalanan menuju Banyuwangi terasa berbeda bagi penumpang KA Sangkuriang pada Jumat, 25 September 2026. Di tengah perjalanan, tujuh penari Gandrung tiba-tiba hadir di dalam gerbong dan menyuguhkan tarian khas Banyuwangi.
Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari program Gandrung On Train, sekaligus menjadi cara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperkenalkan gelaran Gandrung Sewu 2026 kepada wisatawan sejak mereka masih berada di perjalanan.
Baca juga: ASDP dan Pemprov Jatim Bersinergi Atasi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk
Tarian berlangsung sejak kereta melintasi Stasiun Kalibaru hingga tiba di Stasiun Ketapang. Para penumpang pun mendapat pengalaman menikmati kesenian tradisional Banyuwangi tanpa harus menunggu sampai tiba di tujuan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 PT Kereta Api Indonesia (Persero), sekaligus kolaborasi promosi pariwisata antara KAI dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Ainur Rofik, mengatakan Gandrung On Train menjadi salah satu cara untuk mengenalkan agenda budaya unggulan Banyuwangi kepada wisatawan dari berbagai daerah.
“Gandrung On Train menjadi media promosi yang efektif untuk mengenalkan Gandrung Sewu kepada wisatawan dari berbagai daerah sebelum mereka tiba di Banyuwangi,” ujar Rofik, Jumat, 25 September 2026.
Gandrung Sewu 2026 sendiri akan digelar selama tiga hari, 22-24 Oktober 2026, di kawasan Pantai Boom Marina Banyuwangi.
Rangkaian acara akan dimulai pada 22 Oktober dengan pertunjukan Keroncong Banyuwangi dan Hadrah Kuntulan Cilik. Kemeriahan berlanjut pada 23 Oktober melalui Live Music Jalanan dan pertunjukan Gandrung Terob.
Baca juga: Penumpang Kereta dari Stasiun Jember Tembus 1,5 Juta hingga Agustus 2026
Puncak acara digelar pada 24 Oktober dengan sejumlah pertunjukan, mulai dari Jaranan Show, ritual Meras Gandrung, Drone Show, hingga pergelaran utama Gandrung Sewu yang dilanjutkan dengan konser musik.
Menurut Rofik, rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar menawarkan hiburan. Gelaran ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat Banyuwangi.
“Kami telah menyiapkan rangkaian acara yang padat dan berkualitas selama 22 hingga 24 Oktober 2026 agar wisatawan memperoleh pengalaman budaya yang lengkap di Banyuwangi,” katanya.
Sementara itu, Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan perayaan HUT ke-81 KAI sengaja dikemas agar dapat dirasakan langsung oleh pelanggan.
Baca juga: KAI Perkenalkan Nusantara Explorer, Padukan Wisata Alam dan Budaya Indonesia
Karena itu, perayaan tidak hanya hadir dalam bentuk seremoni, tetapi juga melalui hiburan yang menemani perjalanan penumpang.
“Ketika kesenian Gandrung hadir di dalam kereta, pelanggan tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari suasana perayaan,” kata Cahyo.
Bagi penumpang KA Sangkuriang, perjalanan menuju Banyuwangi hari itu pun bukan sekadar perjalanan dari satu stasiun ke stasiun berikutnya. Di dalam gerbong, mereka lebih dulu diajak berkenalan dengan denyut budaya Banyuwangi—sebelum akhirnya tiba di kota yang menjadi rumah bagi Gandrung Sewu.
Editor : Rofiq