PG Ngadirejo Bantu 60 Ribu Mata Bibit Per Hektar Untuk Petani Tebu

Reporter : Arif
PG Ngadiredjo memberikan bantuan bibit gratis sebanyak 60.000 mata bibit per hektare

JATIMPEDIA, Kediri - Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo Kediri, Jawa Timur, menyebut program Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) Bongkar Ratoon membantu meningkatkan produktivitas tanaman tebu petani binaan di wilayah kerja perusahaan tersebut.

Pelaksana Harian General Manager PG Ngadiredjo Faiz Humami mengatakan program bongkar ratoon merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mendukung terwujudnya swasembada gula nasional.

Baca juga: BNI Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda lewat Tabungan wondrZ

"Melalui program ini, PG Ngadiredjo memberikan bantuan bibit gratis sebanyak 60.000 mata bibit per hektare dan bantuan biaya garap sebesar 40 HOK (hari orang kerja) per hektare," kata Faiz di Kediri, Senin.

Program bantuan pemerintah melalui Kementerian Pertanian tersebut telah dilaksanakan sejak 2025 dan menyasar petani tebu di wilayah kerja PG Ngadiredjo yang meliputi Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang.

Manajer Tanaman PG Ngadiredjo Kediri Sabar Dwi Komarudin mengatakan petani yang belum mengikuti program bongkar ratoon masih dapat mendaftarkan diri dengan berkoordinasi dengan petugas sesuai wilayah masing-masing.

Ia mengatakan proses pendaftaran dilakukan dengan cukup mudah. Petani dapat mendaftar dan berkoordinasi dengan petugas lapangan untuk memperoleh informasi terkait pelaksanaan program.

Sabar berharap semakin banyak petani yang mengikuti program CPCL Bongkar Ratoon sehingga produktivitas tebu di wilayah kerja PG Ngadiredjo terus meningkat dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani serta industri gula nasional.

"Dengan sinergi antara petani dan PG Ngadiredjo, kami optimistis target peningkatan produksi tebu dan swasembada gula nasional dapat tercapai," katanya.

Baca juga: PT SGN Perkuat Komitmen ESG dan Kesejahteraan Petani Tebu

Salah seorang petani binaan PG Ngadiredjo Kediri, Ismail mengatakan dirinya mengikuti program bongkar ratoon pada musim tanam 2025 dan merasakan peningkatan hasil panen.

"Alhamdulillah saya mengikuti program ini pada musim 2025, dan hasil panen tahun ini meningkat setelah dibongkar ratoon," kata petani asal Desa Nyawangan, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri tersebut.

Ismail mengatakan sebelum mengikuti program tersebut, lahan tebu seluas satu hektare menghasilkan kurang dari 1.000 kuintal tebu. Setelah mengikuti program bongkar ratoon, hasil panen dari lahan dengan luasan yang sama meningkat menjadi sedikitnya 1.250 kuintal.

"Peningkatan hasil ini sangat bisa kami rasakan, dan nanti biasanya untuk perasan kedua bisa naik lagi," katanya.

Baca juga: PG Asembagoes Situbondo Gelar Pengobatan Gratis untuk Warga

Menurut dia, peningkatan produktivitas tersebut juga terlihat dari bobot tanaman dan rendemen tebu. Ia berharap program bongkar ratoon dapat terus dilanjutkan agar petani yang belum mengikuti program juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Ismail mengatakan varietas tebu yang ditanam melalui program bongkar ratoon tersebut adalah SGN 01.

"Bobotnya bertambah dan rendemennya meningkat," ujarnya.

Editor : Taufiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru