JATIMPEDIA, Kediri - Dua penerbangan di Bandara Internasional Dhoho Kediri, Jawa Timur, kembali dibatalkan menyusul dengan masih adanya dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten.
General Manager Bandara Internasional Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra, Senin, mengungkapkan dua penerbangan yang terdampak tersebut terdiri atas satu penerbangan kedatangan dan satu penerbangan keberangkatan dengan rute Kediri-Jakarta.
Baca juga: Penutupan Bandara Soetta Berdampak pada Puluhan Penerbangan Domestik dan Internasional
"Penerbangan yang terdampak adalah IU 356 rute CGK-DHX dan IU 357 rute DHX-CGK. Pembatalan disebabkan oleh volcanic ash Gunung Anak Krakatau serta dampak penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta," katanya dalam keterangan yang diterima di Kediri.
Berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26, Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara pada pukul 08.28 hingga 18.00 waktu setempat.
Penerbangan IU 356 rute Jakarta-Kediri dengan jadwal kedatangan pukul 11.50 WIB membawa 63 penumpang. Sementara itu, penerbangan IU 357 rute Kediri-Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 12.30 WIB membawa 65 penumpang.
Pada Minggu (6/8), penerbangan dari Bandara Dhoho Kediri juga terpaksa dibatalkan karena dampak erupsi.
Ia menambahkan, pengelola Bandara Dhoho Kediri menyebut pembatalan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan akibat adanya abu vulkanik.
Baca juga: Erupsi Anak Krakatau, Bandara Soetta dan Halim Ditutup Sementara
Pihaknya juga mengatakan bagi penumpang IU 357, maskapai Super Air Jet menyediakan sejumlah opsi penanganan sesuai ketentuan, yakni pengembalian biaya penerbangan secara penuh melalui agen serta penjadwalan ulang penerbangan tanpa biaya dengan batas waktu penerbangan paling lambat 13 September 2026.
Penumpang yang telah berada di bandara dapat melapor ke area check-in untuk memperoleh informasi dan penanganan lebih lanjut dari pihak maskapai.
Pihaknya juga mengimbau calon penumpang memeriksa status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan.
Baca juga: Bandara Dhoho Kediri Siap Jadi Embarkasi Musim Haji 2027
Bandara Dhoho Kediri juga terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan berkoordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia, maskapai, serta pemangku kepentingan terkait untuk memperoleh informasi mengenai kondisi cuaca dan potensi sebaran abu vulkanik.
"Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas kami. Bandara Internasional Dhoho Kediri terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait," kata dia.
Editor : Eka Sapto